Ketua MUI Berharap Khatib Salat Idul Fitri Menyampaikan Kesejukan dan Kedamaian

Ia tak ingin ada khatib yang justru merusak indahnya perayaan hari kemenangan dengan isi khotbah yang bersifat merusak, bahkan provokasi

Ketua MUI Berharap Khatib Salat Idul Fitri Menyampaikan Kesejukan dan Kedamaian
Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe
Ketua Umum MUI KH Maruf Amin di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (27/7/2017) 

TRIBUNJAKARTA.COM- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin berharap khotbah para khatib salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah atau Jumat (15/6/2018) besok, membawa kesejukan dan kedamaian bagi umat.

Hal itu diungkapkan Ma'ruf usai pengumuman hasil sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/6/2018) malam.

"Saya berharap khatib salat Idul Fitri di seluruh Indonesia, pada saat khotbah membawa kesejukan, kedamaian, dan mengajak umat menguatkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah," ujar Ma'ruf.

Ia tak ingin ada khatib yang justru merusak indahnya perayaan hari kemenangan dengan isi khotbah yang bersifat merusak, bahkan provokasi.

Ma'ruf juga mengingatkan supaya khotbah khatib salat Idul Fitri bebas dari kepentingan politik praktis.

"Kami juga berharap khotbahnya itu jangan membawa kepada suasana politik praktis. Ini jangan sampai menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat politik praktis," lanjut dia.

Sebab, pilihan politik umat Muslim di Indonesia beragam. Ma'ruf pun tidak ingin khotbah yang berisi politik praktis justru merusak suasana silaturahim.

"Mudah-mudahan, Idul Fitri kali ini memang benar-benar kita jadikan momentum untuk membangun suasana yang lebih baik lagi," ujar Ma'ruf. (Fabian Januarius Kuwado)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ketua MUI: Khatib Shalat Id Harus Menyampaikan Kedamaian, Jangan Politik Praktis

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help