Piala Dunia 2018

Luka Modric Bakal Jadi Figur Sentral Kroasia di Piala Dunia 2018

Motivasi Modric akan berlipat karena ini kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya

Luka Modric Bakal Jadi Figur Sentral Kroasia di Piala Dunia 2018
Stringer/AFP
Gelandang Real Madrid, Luka Modric, tiba di Pengadilan Osijek untuk memberikan keterangan dalam kasus praktik korupsi yang dilakukan mantan Direktur Dinamo Zagreb, Zdravko Mamic pada 13 Juni 2017. STRINGER/AFP 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Keberadaan gelandang cerdas, bertenaga, punya umpan terukur, tembakan-
tembakan akurat, dan visi permainan menawan menjadi idaman setiap tim.

Kroasia beruntung karena mereka memiliki gelandang ideal tersebut dalam sosok Luka Modric.

Modric adalah salah seorang gelandang terbaik di dunia. Pengakuan itu sudah diungkap banyak manajer maupun mantan pemain besar.

Jose Mourinho mengatakan, alasannya merekrut Modric ke Real Madrid adalah karena pengaruh besar gelandang mungil itu secara taktik pada level permainan. Modric diibaratkan sebagai seniman yang mampu membuat permainan menjadi lebih indah.

Sementara Carlo Ancelotti, pelatih yang menggantikan posisi Mourinho di Madrid juga menyanjung teknik tinggi, gelandang terbaik di dunia dengan kemampuan beradaptasi pada banyak posisi.

Mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson membandingkan Modric dengan Paul Scholes sebagai pemain yang cerdas, operan akurat, kemampuan mengendalikan ritme permainan, dan
fairplay.

Baca: Timnas Arab Saudi Antusias untuk Jalani Laga Pembuka Lawan Tuan Rumah

Sementara striker legendaris Ukraina Andry Shevchenko menyebut Modric sebagai salah satu gelandang terhebat yang pernah dia hadapi.

Deretan pengakuan itu tentu datang karena pertunjukan kualitas Modric. Mulai tenar bersama Tottenham Hotspur, Modric meraih puncak keemasan kariernya saat direkrut Real Madrid pada musim 2012-2013.

Sejak saat itu, Modric berkontribusi besar dalam kesuksesan Madrid meraih empat trofi Liga Champions Eropa, tiga trofi Piala Super Eropa, tiga trofi Piala Dunia Antarklub, sebuah trofi La Liga Spanyol, dan trofi lainnya.

Kemampuan bermain cepat sambil menggiring bola, kreatif, visi apik yang bisa mengubah arah permainan tim menjadi pesona utama Modric.

Dia juga bisa mengubah jalannya laga dengan operan-operan tidak terduga atau menentukan hasil akhir dengan gol melalui aksi-aksi tembakan jarak jauh yang mengejutkan.

Gelandang tengah, gelandang bertahan, atau gelandang serang adalah posisi yang bisa dimainkan Modric dengan sama baiknya. Kemampuan kaki kiri dan kanan juga sama baiknya.

Pada usia 32 tahun, Modric masih menikmati masa keemasan performanya. Selain tengah membidik pencapaian bersejarah juara tiga kali beruntun Liga Champions Eropa bersama Real Madrid, Modric akan menjadi figur sentral Kroasia pada Piala Dunia 2018 Rusia.

Modric yang sudah melakoni 106 laga bersama Kroasia merupakan otak permainan Vetreni dengan kreativitas dan operan terukurnya.

Motivasi Modric akan berlipat karena ini kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help