Mulung Sekeluarga, Manusia Gerobak Harap Pemberian Orang

"Ya kan kalau bulan puasa suka banyak yang ngasih, ngasih nasi, ngasih uang," ujar Konah

Mulung Sekeluarga, Manusia Gerobak Harap Pemberian Orang
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Manusia gerobak keluarga Tatang dan Konah di Jalan Bintaro Utama 3A, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (14/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Sebuah keluarga kecil tengah berteduh di depan sebuah toko yang tutup guna menghindari hujan di Jalan Bintaro Utama 3A, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (14/6/2018).

Tatapan si bapak dan ibu kosong, sesekali terlihat menunduk seperti menahan kantuk. Dua anak perempuannya terlihat saling bercanda di dalam gerobak. Namun hujan tak juga berhenti.

Baca: Jawa Barat Jadi Tujuan Utama Para Pemudik di Terminal Kampung Rambutan

Merekalah yang banyak disebut sebagai manusia gerobak. Mereka adalah pemulung yang sengaja berhenti di pinggir jalan untuk berharap pemberian dari orang-orang yang lewat.

Tatang dan Konah, suami istri manusia gerobak yang tengah berteduh itu bercerita kepada TribunJakarta.com alasan menjadi manusia gerobak.

"Ya kan kalau bulan puasa suka banyak yang ngasih, ngasih nasi, ngasih uang," ujar Konah sambil memeluk anaknya yang paling kecil.

Mereka dikasih tahu anak mereka yang juga pemulung, selain yang dua itu, saat bulan puasa sampai Lebaran, banyak yang memberikan rezekinya kepada para pemulung.

Mereka pun mengikuti saran sang anak.

Baca: Puncak Arus Mudik 2018 di Terminal Kampung Rambutan Menurun 1.443 Orang Dibandingkan Tahun Lalu

"Dari awal puasa," ujar Tatang memberi tahu awal mereka mulai menjadi manusia gerobak.

Dalam sehari mereka bisa berada di pinggir jalan dari siang hingga tengah malam.

"Ini baru keluar (pukul 14.00) sampai nanti jam 11-an (malam) dah," kata Konah.

Baca: Kim Jong Un Tukar Pulpen Sebelum Tanda Tangan Perjanjian dengan Donald Trump Karena Takut Diracun

Mereka akan mulai dari lapaknya yang berada di Sektor 6 Bintaro, mencari gelas plastik, karton dan barang apa saja yang bisa ditimbang dan dijual.

Di sela-aela mereka mencari, gerobak akan diparkir si pinggir trotoar tanpa melakukan apa-apa hanya mengharap pemberian.

"Ya yang penting buat makan anak," ujar Tatang sambil tersenyum.

Ia lanjut mengatakan akan pulang kampung setelah tujuh hari Lebaran. Tak hanya pada Ramadan, mereka juga mengharap pemberian pada berkah hari kemenangan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help