Piala Dunia 2018

Ribuan Suporter Inggris Dilarang Hadir di Piala Dunia 2018

Pelarangan itu bermula saat mereka melakukan tindakan anarkis dengan penggemar Rusia di Piala Eropa 2016 yang di gelar di Perancis

Ribuan Suporter Inggris Dilarang Hadir di Piala Dunia 2018
FIFA.com
Trofi Piala Dunia 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gangguan keamanan di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 1998 di Perancis, telah membuat pihak keamanan di Inggris lebih tegas melarang para penggemar yang akan menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2018 Rusia

Lebih dari 1.200 penggemar warga Inggris telah dilarang pergi menuju Rusia musim ini.

Pelarangan itu bermula saat mereka melakukan tindakan anarkis dengan penggemar Rusia di Piala Eropa 2016 yang di gelar di Perancis.

Memori buruk itulah yang membuat Otoritas Pihak Keamanan Sepak Bola (FBOA), memerintahkan kepada 1.312 orang harus tunduk untuk segera menyerahkan dokumen ke polisi.

Dilansir BolaSport.com dari laman The Guardian, angka terbaru menunjukan sehari sebelum pertandingan pembuka turnamen Piala Dunia dan lima hari sebelum pertandingan Inggris kontra Tunisia, polisi telah mengumpulkan 1.254 paspor.

Baca: Berkah Sepatu Baru Bagi Romelu Lukaku

Mark Robert, Wakil Kepala Nasional untuk kepolisian sepak bola mengatakan dirinya akan melakukan tindakan secara komprehensif.

"Menjelang Piala Dunia 2018, operasi sudah dilakukan secara menyeluruh ke penjuru negeri," ucapnya, seperti dikutip BolaSport.com dari Guardian.

"Kami hanya memastikan, hanya para penggemar sejati diperbolehkan menikmati turnamen di Rusia, dan bukan pembuat onar," kata Robert

Selain melakukan pelarangan, kepolisian akan dikerahkan di pelabuhan utama Inggris selama Piala Dunia 2018, untuk menghentikan pembuat onar.

Kepolisian Inggris juga telah melakukan kerjasama dengan polisi tuan rumah Rusia, untuk memberantas para pembuat onar.

Nick Hurd selaku Menteri Kepolisian mengatakan, Piala Dunia adalah sebuah festival dan bukan tempat pembuat kekacauan. Jika terjadi aksi-aksi yang dianggap mengganggu jalannya turnamen, maka penggemar itu dipaksa pulang ke negaranya.

"Piala Dunia adalah festival sepak bola dan bukan sebuah kekacauan maupun kekerasan," katanya.

"Sistem kami sangat unik, orang-orang yang dianggap membuat masalah di Rusia, akan ditinggalkan di rumah," ucap Nick.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved