Fadli Zon Minta Penjelasan Pemerintah Terkait Kunjungan Gus Yahya ke Israel

Ia mengatakan, kunjungan Gus Yahya ke Israel menyangkut masalah politik luar negeri Indonesia.

Fadli Zon Minta Penjelasan Pemerintah Terkait Kunjungan Gus Yahya ke Israel
nasional.kompas.com
Fadli Zon 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah untuk segera menjelaskan terkait persoalan Yahya Staquf atau Gus Yahya yang melakukan kunjungan ke Israel.

Ia mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri pelepasan acara mudik bersama di halaman Masjid At-Tin, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (17/6/2018).

"Menurut saya, bahwa harus ada klarifikasi dan penjelasan dari pemerintah. Karena bagaimanapun keberangkatan seorang anggota Watimpres itu melekat," ujar Fadli Zon.

Fadli Zon menganggap, jabatan Gus Yahya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Pertimbangan Presiden itu melekat, meski Presiden Joko Widodo mengatakan Yahya Cholil Staquf pergi karena urusan pribadi.

Baca: Sederet Fakta Wanita 54 Tahun Ditelan Utuh oleh Ular Sanca, Pergi ke Kebun Hingga Ditemukan Tewas

Ia mengatakan, kunjungan Gus Yahya ke Israel menyangkut masalah politik luar negeri yang dianut oleh Indonesia.

"Karena ini menyangkut masalah politik luar negeri kita, hakekat dari politik luar negeri kita adalah kepentingan nasional. Kepentingan nasional apa yang kita dapat dari ini, kecuali kegaduhan," ujar Fadli Zon.

Maka dari itu Fadli Zon kembali meminta agar pemerintah agar segera memberi penjelasan dan klarifikasi terkait hal tersebut.

"Jadi menurut saya harus ada satu penjelasan, karena menurut saya ini satu pelanggaran terhadap semangat yang ada dalam kontitusi kita," ujar Fadli Zon.

Baca: Lebaran Hari ke-3, Rano Karno Kunjungi Mak Nyak yang Terbaring di Tempat Tidur, Netter Berikan Doa

Untuk diketahui, Gus Yahya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini, memenuhi undangan menjadi pembicara dalam forum global yang digelar America Jewish Comittee (AJC).

Namun tindakannya tersebut menimbulkan pro dan kontra, karena sebagian ada yang mendukung dan juga menyayangkan langkah itu terjadi karena menimbulkan kontroversi.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved