Penjaga Perlintasan Rel Kereta: Mobil Terseret 20 Meter
Kecelakaan tersebut menewaskan tiga orang didalamnya, dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan dan berat.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebuah mobil Toyota Avanza terlibat kecelakaan maut dengan Kereta Api (KA) jurusan Duri-Tangerang di perlintasan Al-Fitroh, dekat Stasiun Batu Ceper, Tangerang, sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (17/6/2018).
Mobil Avanza berwarna abu-abu terseret Kereta Api (KA) sejauh 20 meter.
Ependi (55) penjaga perlintasan rel Kereta Api (KA) di Gang Al-Fitroh, Batu Ceper, mengungkapkan kesaksiannya saat melihat secara langsung kecelakaan maut antara mobil Avanza dengan Kereta Api jurusan Duri - Tangerang.
"Setelah ketabrak tidak langsung lepas, jadi mobil terseret kereta kira-kira 20 meter," ujar Ependi di lokasi kejadian, Tangerang, Senin (18/6/2018).
Baca: Mudik ke Surabaya, Seorang Ibu Melahirkan di Kereta Api, Begini Kondisi Sang Bayi
Menurutnya, saat kejadian ia hendak melintas menuju Stasiun Batu Ceper, dan langsung menarik tali yang diikatkan pada palang pintu rel untuk menutup perlintasan liar.
Akan tetapi, mobil yang berisi enam orang dan terdapat satu anak kecil tersebut malah menerobos pintu palang yang terbuat dari kayu.
"Pintu belum ketutup semua mas, tiba-tiba dari belakang mobilnya terobos masuk dan berhenti di tengah rel," katanya.
Tak lama kemudian, KA 2190 jurusan Duri - Tangerang tersebut menyambar mobil Avanza tersebut dan menyeretnya sejauh 20 meter.
Mobil berwarna abu-abu tersebut pun rusak parah dibagian kanan, dampaknya enam orang didalamnya mengalami luka cukup serius hingga memakan tiga korban jiwa.
"Pas lewat saya teriakin awas ada kereta lewat dia malah makin ngegas," kata Ependi.
Hasan, Menantu pertama Dahwan yang juga korban luka-luka tersebut menceritakan detik-detik orang tuanya lompat dari mobil.
Baca: Pengendara Mobil Tabrak Kereta di Tangerang, 2 Orang Tewas
"Bapak saya (Dahwan) saat itu duduk di samping sopir (Nanang). Awalnya udah masih tau Nanang kalau ada kereta mau melintas," ujar Hasan.
Namun, Nanang alias sang sopir tidak mendengar dan menghiraukan omongan Dahwan.
Naas, mesin mobil tiba-tiba mati saat berada di tengah rel kereta.