Perampok Taksi Online di Alam Sutera Gagal Nikah Hari ini Karena Tertangkap Polisi

"Jadi hari ini harusnya jadi hari pernikahan saya di Cirebon," ujar S Mapolres Tangerang

Perampok Taksi Online di Alam Sutera Gagal Nikah Hari ini Karena Tertangkap Polisi
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, saat menginterogasi dua pelaku pencurian dan perampokan oleb E 19 tahun (kiri), dan S 25 tahun (kanan). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - S (25), satu dari dua pelaku perampasan dan kekerasan pada sopir taxi online di Jalan Raya Lingkar Barat Alam Sutera, Tangerang mengaku akan menikah pada hari ini (23/6/2018).

"Jadi hari ini harusnya jadi hari pernikahan saya di Cirebon," ujar S di Mapolres Metro Tangerang Kota, Banten.

Naasnya, sampai saat ini calon mempelai wanita dan pihak keluarganya belum mengetahui nasib buruk yang menimpanya.

Dia pun menjelaskan, bahwa mobil Avanza bernopol B-2049-BZB hasil curiannya tersebut akan dijual dan dijadikan sebagai biaya pernikahan.

"Iya untuk biaya kawin rencananya," ujar S.

Dari perbuatannya, S pun harus ikhlas gagal menikah karena harus mendekam di balik jeruji besi Polres Metro Tangerang bersama rekannya E (19).

Sebelumnya, Nasib sial mendatangi seorang sopir taksi online ketika mengangkut penumpangnya. Ia disekap lalu dibuang di Cianjur dan mobilnya digondol oleh kedua pelaku.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan menerangkan, peristiwa berawal saat korban bernama Sugiarto menerima order dari daerah Harmoni, Jakarta dengan tujuan akhir Pasar Delapan, Alam Sutera Tangerang pada Minggu (10/6/2018).

"Berawal ketika si korban (Sugiarto) menerima orderan dari aplikasi dari arah Kalideres, setibanya di Jalan Lingkar Barat Alam Sutera pukul 05.30 WIB salah satu tersangka (S) meminta untuk memberhentikan kendaraannya dan menodongkan pistol," ujar Harry di Mapolres Metro Tangerang Kota.

Harry melanjutkan, tersangka E langsung menyekap Sugiarto menggunakan senar gitar dan lakban untuk membungkam si korban.

Harry melanjutkan, setelah menyekap korban, kedua pelaku langsung mengambil alih mobil Avanza bernopol B-2049 BZB berwarna hitam tersebut ke arah Cianjur dan membuang Sugiarto.

"Pelaku mengeluarkan senpi (senjata api) dan mengancam agar korban tidak melawan dan korban diikat menggunakan tali rafia juga lakban. Setelah itu dibawa ke Cianjur, korban pun dibuang di tengah sawah," jelas Harry.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help