Piala Dunia 2018

Spanyol vs Maroko, Costa Kini Berbeda, Lebih Dewasa

SEBENGAL-bengalnya seorang pemain, pada suatu waktu ia pasti akan mencapai titik 'kedewasaan'. Itulah yang sekarang terjadi pada Diego Costa.

Spanyol vs Maroko, Costa Kini Berbeda, Lebih Dewasa
Reuters
Pemain Spanyol Diego Costa mencetak satu gol ke gawang Iran dalam pertandingan di Grup B. Laga ini berakhir 1-0 untuk Spanyol. 

TRIBUNJAKARTA.COM - SEBENGAL-bengalnya seorang pemain, pada suatu waktu ia pasti akan mencapai titik 'kedewasaan'. Itulah yang sekarang terjadi pada Diego Costa.

Dulu, Costa dikenal sebagai pemain temperamental.

Ketika masih di Chelsea, ia beberapa kali terlibat friksi dengan pemain lain.

Per Mertesacker dan Gabi Paulista dari Arsenal pernah hampir berkelahi dengannya.

Kiper West Ham, Adrian juga pernah terlibat baku hantam dengan pemain kelahiran Brasil ini.

Selain temperamental, Costa juga kerap melakukan aksi tak perlu yang membuatnya mendapat kartu.
Alhasil, cap sebagai pemain bengal, pembuat onar, dan biang kerok melekat begitu kental pada pemain kelahiran Lagarto, Brasil itu.

Hal itu pula yang menjadi alasan dirinya tersingkir dari skuat The Blues.

Meski ia berhasil membawa Chelsea menjadi juara Premier League musim 2016/17 dengan sumbangan 20 golnya, pelatih Antonio Conte akhirnya tetap mendepak striker berusia 29 tahun itu.

Tersingkir dari skuat Chelsea, Costa memilih pulang ke Spanyol, bergabung kembali dengan Atletico Madrid.

Bersama Los Rojiblancos, sikap temperamentalnya memang tak sepenuhnya lenyap.

Halaman
1234
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help