Hari Anti Narkotika Nasional Harus Jadi Momen Refleksi Bagi Pemerintah

Menurut Alfiana, hal ini justru membuat penanganan permasalahan narkotika semakin ricuh.

Hari Anti Narkotika Nasional Harus Jadi Momen Refleksi Bagi Pemerintah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pecandu narkoba 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hari Anti Narkotika Internasional seharusnya menjadi momen refleksi dan evaluasi bagi pemerintah terhadap penanganan permasalahan narkotika yang sudah dilakukan selama ini.

Demikian keterangan tertulis Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) yang diterima TribunJakarta.com, Selasa (26/6/2018).

Pasalnya, nyanyian peperangan terhadap narkotika telah terbukti gagal dalam menangani permasalahan narkotika.

Baca: Pelatih Persebaya Menyesal Anak Asuhnya Tak Bisa Manfaatkan Peluang di Babak Pertama

Koordinator Advokasi PKNI Alfiana Qisthi mencermati kegagalan penanganan permasalahan narkotika di Indonesia disebabkan oleh penggunaan strategi dan sasaran yang tidak tepat.

"Dalam penanganan permasalahan narkotika pemerintah seharusnya menggunakan tiga strategi yang dijalankan secara silmultan," kata Alfiana.

Tiga strategi itu yakni pada aspek pengurangan penawaran (Supply Reduction), pengurangan permintaan (Demand Reduction), dan pengurangan dampak buruk (Harm Reduction).

Baca: Sang Adik Jalani Sidang Kasus Narkoba, Kakak Dhawiya Bisikan Ini Hingga Rela Loncat Pagar

Kegagalan pemerintah pada aspek demand reduction, misalnya, pemerintah mengedepankan pada kebijakan-kebijakan yang represif semisal pemenjaraan terhadap pengguna Napza, kebijakan tembak ditempat, hukuman mati, dan rehabilitasi paksa.

"Terbukti penggunaan pendekatan yang represif ini justru meningkatkan angka pengguna dan pengedar narkotika di Lapas setiap tahunnya," katanya.

Berdasarkan data Ditjen Pemasyarakatan, jumlah pengguna narkotika di Lapas pada
tahun 2015 adalah sebesar 290.703, pada tahun 2016 sebesar 331.829, dan pada tahun 2017 sebesar 420.204.

Sedangkan jumlah pengedar di Lapas tercatat pada tahun 2015 adalah sebesar 481.483, pada tahun 2016 sebesar 591.405, pada tahun
2017 sebesar 734.428.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved