Mengaku Cuma Iseng, Pelaku Pelemparan Batu ke Kereta Api Ternyata Masih di Bawah Umur

"Secara umum setelah di tangkap yang melakukan ternyata anak-anak kecil, SD, SMP. Dan kalau ditanya ternyata iseng dan tidak ada niatan tertentu."

Mengaku Cuma Iseng, Pelaku Pelemparan Batu ke Kereta Api Ternyata Masih di Bawah Umur
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Kereta Api 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Kereta api (KA) kerap kali menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Pada masa angkutan Lebaran lalu, KA Serayu Pagi relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Purwokerto mengalami hal tersebut dan pelaku berhasil diamankan oleh petugas.

"Dari Daop 5 Purwokerto, jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga berhasil mengamankan seorang tersangka pelemparan KA Serayu Pagi relasi Stasiun Pasarsenen-Stasiun Purwokerto yang terjadi di antara Stasiun Kawunganten dan Stasiun Gandrungmangu," ujar Edi Sukmoro Direktur Utama PT KAI di gedung Jakarta Railway Center (JRC), Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).

Edi mengatakan walaupun tidak ada korban jiwa akibat pelemparan tersebut, namun kerugian dialami PT KAI akibat pecahnya kaca pintu bordes kereta.

Ia mengatakan pelaku pelemparan juga sudah sering kali ditangkap namun secara umum pelakunya masih di bawah umur.

Penumpang Terus Meningkat, KAI Terus Tambah Kereta Relasi Jakarta-Bandung  

"Memang pelemparan ini secara umum setelah di tangkap yang melakukan ternyata anak-anak kecil, SD, SMP. Dan kalau ditanya ternyata iseng dan tidak ada niatan tertentu," ujarnya.

Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya berupaya untuk melakukan penjagaan dan sosialisasi.

"Jadi semua jalur kereta api, kita lakukan koordinasi atau kerjasama dengan kewilayahan untuk melakukan sosialisasi masuk ke sekolah-sekolah, masuk ke Pemerintah Daerah setempat untuk melakukan komunikasi dan informasi bahwa ini tidak boleh lagi ada pelemparan," ungkapnya.

Edi mengingatkan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan penyelenggaraan perkeretaapian sesuai dengan amanat UU No. 23 tahun 2007 pasal 173.

Masyarakat juga diminta melaporkan jika melihat orang yang melakukan tindak pelemparan terhadap KA karena keselamatan perjalanan transportasi umum merupakan tanggung jawab bersama.

Sementara bagi pelaku pelemparan, sesuai UU No. 23/2007 pasal 180 dan Kitab UU Hukum Pidana pasal 194 (1), dapat terancam hukuman pidana jika terbukti melakukan pelemparan terhadap KA.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved