Penumpang Terus Meningkat, KAI Terus Tambah Kereta Relasi Jakarta-Bandung  

Menurutnya jumlah kereta yang awalnya hanya delapan rangkaian kereta (trainset) terus bertambah.

Penumpang Terus Meningkat, KAI Terus Tambah Kereta Relasi Jakarta-Bandung   
TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Edi Sukmoro Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan jumlah penumpang kereta api Jakarta-Bandung dan sebaliknya terus mengalami peningkatan.

Menurutnya jumlah kereta yang awalnya hanya delapan rangkaian kereta (trainset) terus bertambah.

"Khusus untuk jalur Jakarta-Bandung ini luar biasa. Karena awalnya hanya ada 8 kereta api yang dijalankan dalam satu hari itu artinya 16 trip naik jadi 10 sehingga total ada 20 trip. Dan sekarang naik lagi jadi 15 dengan total 30 trip per hari," kata Edi di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).

Edi juga mengatakan telah mendapat permintaan dari Kepala Daop II Bandung utuk menambah 2 kereta lagi.

"Saya juga baru dihubungi oleh Kepala Daop 2 untuk minta 2 slot lagi jadi 17. Jadi 34 trip pulang pergi dalam satu hari. Ini luar biasa permintaan dari masyarakat. Kita sedang carikan jika memamg slot waktunya tersedia akan kita siapkan," katanya.

Saat ini untuk jumlah penumpang kereta Jakarta-Bandung sudah mencapai 13 ribu orang per hari.

Ini yang Bakal Dilakukan Ridwan Kamil 3 Bulan Jelang Masa Jabatanya Habis Jadi Wali Kota Bandung

Edi memgatakan peningkatan tersebut bisa saja terjadi karena frekuensi orang menuju Bandung dan Jakarta yang meningkat, serta ekonomi masyarakat yang meningkat.

"Dan jangan lupa itu mengidentifikasikan ekonomi naik. Karena Bandung-Jakarta itu drastis dan ini adalah indikasi untuk kota-kota lain bisa jadi meningkat seperti Jogja dan Solo," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan penambahan yang terus terjadi di KA Jakarta-Bandung bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Jadi masyarakat ini bepergian dari Jakarta atau Bandung melalui jalan raya yang agak terganggu dengan pembangunan maka ini harus kita bantu supaya mereka ada alternatif," ujar Edi.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help