Pernah Jadi Lokasi Pengeboman, Supir dan Warga di Terminal Kampung Melayu Lebih Waspada

Terminal Kampung Melayu yang berada di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pernah menjadi lokasi bom bunuh diri dari teroris.

Pernah Jadi Lokasi Pengeboman, Supir dan Warga di Terminal Kampung Melayu Lebih Waspada
TRIBUNJAKARTA.COM/ NAWIR ARSYAD AKBAR
Suasana Terminal Kampung Rambutan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Terminal Kampung Melayu yang berada di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pernah menjadi lokasi bom bunuh diri dari teroris.

Berselang satu tahun lebih dari kejadian nahas tersebut, para sopir angkutan umum yang biasa menunggu penumpang di sana, kini lebih waspada jika adanya gerak-gerik yang mencurigakan.

"Waktu itu saya lagi tidak disini, tapi paginya saya lihat ke terminal. Memang jadi lebih awas kita para sopir, kalau kira-kira ada yang aneh," ujar Firmansyah, satu diantara sopir angkutan umum di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (4/7/2018).

Disebut Lebih Cantik Foto Tanpa Efek Kamera, Inul Daratista: Repot Amat Hidup Anda

Sejumlah sopir angkutan umum di sana mengaku, sehari setelah kejadian tersebut, banyak yang tidak mencari penumpang di Terminal Kampung Melayu.

Rasa takut yang masih menyelubungilah, yang menjadi alasan banyaknya sopir angkutan umum yang tidak mencari penumpang, sehari setelah insidem bom bunuh diri tersebut.

"Banyak yang sempat takut besoknya setelah ada bom. Rata-rata mulai pada narik lusa, itu juga tidak dekat dengan lokasi, polisi lagi selidiki. Tapi gara-gara kejadian itu, kita (sopir) jadi lebih waspada, biar kejadian itu tidak terulang lagi," ujar Noval, satu diantara sopir angkutan umum.

Dikulik Soal Hubungannya dengan Richad Kyle, Jessica Iskandar Keceplosan Sebut Hal Ini hingga Marah

Memori kelam di Terminal Kampung Melayu pun sempat membuat trauma beberapa warga sekitar, yang saat itu tidak menyangka bahwa tempat tersebut akan menjadi lokasi bom bunuh diri.

"Bagaimana tidak (trauma), di sini paling banyak warga biasa, tidak ada petinggi atau yang lain. Tapi tiba-tiba bom meledak malam-malam. Sejak saat itu, anak saya tidak boleh keluar malam-malam, takut," ujar Ning, warga sekitar Terminal Kampung Melayu.

Tepatnya pada 24 Mei 2017 lalu, terjadi ledakan bom di kawasan Terminal Kampung Melayu saat tengah bulan Ramadan.

Aksi bom bunuh yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, menjadi salah satu peristiwa paling menghebohkan tahun 2017. Sebanyak lima orang tewas dan 10 orang lainnya luka-luka dalam kejadian yang ikut jadi sorotan dunia itu.

Tak Setuju Tik Tok Diblokir, Uya Kuya Tantang Pemerintah dan Penyedia Aplikasi Lakukan Ini

Aman Abdurrahman yang menjadi orang dibalik insiden tersebut, divonis mati atas kasus teror bom Thamrin dan Kampung Melayu, serta penusukan dan penembakan polisi.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman dengan pidana mati," kata Hakim Ketua Akhmad Jaini membacakan surat putusan, Jumat (22/6/2018).

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help