4 Larangan yang Perlu Diperhatikan Terkait Label dan Iklan Produk Susu Kental dan Analognya

Produk ini tidak bisa disetarakan dengan produk susu lainnya yang berfungsi sebagai pemenuhan gizi.

4 Larangan yang Perlu Diperhatikan Terkait Label dan Iklan Produk Susu Kental dan Analognya
Grafis Tribun Jakarta / Kompas
Susu Kental Manis 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bertahun-tahun lamanya dikenal sebagai 'minuman susu', produsen produk kental manis kini menghapus kata 'susu' pada kemasannya.

Produk ini tidak bisa disetarakan dengan produk susu lainnya yang berfungsi sebagai pemenuhan gizi.

Kandungan gula di dalam produk ini pun juga tinggi, kandungan protein susu kental manis tidak cukup dan tidak sesuai kebutuhan, tidak dapat dijadikan pelengkap gizi anak, kata Dr Juwalita Surapsari Spesialis Gizi Klinik yang dilansir Grid.ID.

Pemicu dari masalah kesehatan itu lantaran kandungan gula dan kalori tinggi, namun minim zat gizi, risikonya adalah kegemukan.

"(Risiko kesehatan ini) berlaku untuk anak dan dewasa juga. Tapi, kalau saya lihat sekarang (paling rentan) adalah anak-anak, apalagi kalau orangtuanya belum terinformasikan kalau susu kental manis bukan susu," ungkap Juwalita.

Menurut dia risiko kesehatan dari mengkonsumsi kental manis berlebih tidak bisa langsung terlihat.

Risiko ini termasuk jangka panjang, sehingga lebih berbahaya jika lama kelamaan dibiarkan.

Maka dari itu, untuk mengatasi polemik susu kental manis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada 22 Mei 2018.

Dalam surat edaran Nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 terdapat beberapa larangan yang perlu diperhatikan, yakni:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 (lima) tahun dalam bentuk apapun.

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan.

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Selain itu, BPOM mengimbau para produsen/importir/distributor produk susu kental dan analognya untuk menyesuaikan surat edaran ini, paling lambat enam bulan sejak ditetapkan. 

Penulis: Ananda Bayu Sidarta
Editor: Y Gustaman
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved