Kepala BPTJ Sebut Dalam Jangka Panjang Ojek Daring Akan Jadi Feeder Angkutan Umum

Ia mengatakan bahwa ojek daring dianggap sebagai pengganti angkutan umum karena angkutan massal belum melayani masyarakat dengan baik

Kepala BPTJ Sebut Dalam Jangka Panjang Ojek Daring Akan Jadi Feeder Angkutan Umum
Istimewa.
Polsek Kebon Jeruk melakukan ikrar bersama dengan para pengendara ojek daring, di Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (6/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak ojek daring sebagai transportasi umum.

Untuk diketahui, putusan MK tersebut berdasarkan pertimbangan aspek keselamatan yang selama ini dianggap mengkhawatirkan.

"Kenapa demikian karena tingkat keselamatan roda dua ini kan sangat kita khawatirkan. Kami concern kepada keselamatan jadi tolong dicatat kalau berbicara roda dua kita bicara keselamatan," ujar Bambang di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

"Angka menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan itu terjadi oleh roda dua. Apakah pemerintah harus membiarkan kondisi demikian. Oleh karena itu kita bangun angkutan umum ini supaya mereka pindah," tambahnya.

Bambang mengatakan dalam jangka panjang ojek daring diharapkan dapat menjadi feeder bagi angkutan umum lainnya bukan menjadi angkutan jarak jauh.

Polisi Berhasil Tangkap Aris, Pria yang Tega Bunuh Kekasihnya Hanya karena Sakit Hati

"Gini pemerintah dalam arti Kemenhub diharapkan ke depan roda dua bukan angkutan untuk jarak jauh. Dia nanti kita harapkan bisa jadi feeder-fedeer," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ojek daring dianggap sebagai pengganti angkutan umum karena angkutan massal belum melayani masyarakat dengan baik.

"Kita enggak fair kalau angkutan umum belum terlayani dengan baik tapi kita melakukan kebijakan-kebijakan. Selama ini mereka kan pengganti karena angkutan umum belum berkembang dengan baik," kata Bambang.

"Tapi saat sudah berkembang dengan baik mereka hanya akan jadi angkutan jarak pendek harapannya. Secara otomatis dengan by system," lanjutnya.

Untuk diketahui, MK menolak permohonan perwakilan ojek daring yang menggugat pasal 47 ayat (3) Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk memasukan ojek daring sebagai jenis kendaraan transportasi.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help