Ini Tanggapan BPOM Soal Minuman dengan Kandungan Buah

Penny menyebutkan jika minuman rasa buah, komposisi minuman berasal dari perisa atau bahan tambahan pangan.

Ini Tanggapan BPOM Soal Minuman dengan Kandungan Buah
TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito (tengah) di di Gedung C Kantor BPOM, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, CEMPAKAPUTIH - Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) baru saja mengeluarkan surat edaran (SE) bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000/2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya.

"Sekarang ini keluar SE ini juga akibat adanya laporan dari masyarakat dari suatu asosiasi yang mendesak kita untuk segera berporses," ujar Ketua BPOM Penny K. Lukito di di Gedung C Kantor BPOM, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Selain susu kental manis (SKM), masih ada iklan produk minuman lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan komposisi produk yang ada, contohnya minuman dengan kandungan buah.

BPOM mengkategorikan minuman tersebut dalam dua jenis, yaitu minuman sari buah dan rasa buah.

"Terkait sari buah. Di dalam kategori pangan, dikenal dengan macam-macam nama. Misal sari buah, minuman rasa buah, itu ada. Kita harus teliti. Kalau disebut sari buah berarti ada buahnya di dalam," ujar Penny.

"Minimal kontennya juga diatur. Kita refer pada standar internasional codex. Disana diatur berapa minimal kandungan buah kalau mau disebut sari buah, tentu yang sudah mendapat izin edar BPOM," lanjutnya.

Ia menyebutkan jika minuman rasa buah, komposisi minuman berasal dari perisa atau bahan tambahan pangan.

"Kemudian minuman rasa buah, stroberi mangga, jeruk, rasa bisa didapatkan dari bahan tambahan pangan. Bahan yang sudah diizinkan kita. Komposisi dituliskan perisa. Kalau rasa buah, berarti tidak ada buahny," ujar Penny.

Apabila masyarakat merasa iklan yang berbeda tidak sesuai dengan komposisi yang tertera pada label kemasan bisa menghubungi Halo BPOM di nomor 1-500-533.

"Jadi masyarakat punya peran penting juga untuk meberikan informasi kembali kepada pemerintah, selalu memberi alert dan merevisi berbagai standar berbagai aturan yg ada untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help