PSIS Semarang Soroti Oh In-Kyun, Tetap Main Usai Dijatuhi Hukuman PSSI

Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi angkat bicara soal kontroversi pemain Persib Bandung, Oh In-Kyun.

PSIS Semarang Soroti Oh In-Kyun, Tetap Main Usai Dijatuhi Hukuman PSSI
ALVINO HANAFI/BOLASPORT.COM
Para pemain Persib Bandung merayakan gol yang dicetak Ezechiel N'Douassel ke gawang PSIS Semarang pada lanjutan laga Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, 8 Juli 2018. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi angkat bicara soal kontroversi pemain Persib Bandung, Oh In-Kyun.

Oh In-Kyun ditengarai bermain saat bentrok dengan PSIS Semarang. Padahal, sebelumnya Komdis PSSI menghukum Oh In-Kyun.

"Kami baru mendapatkan informasi dari kawan-kawan media. Jadi In Kyun ternyata diputus 4 Juli 2018 dan isi putusannya itu, In Kyun dilarang bermain dua kali melawan PSIS dan Perseru," kata Yoyok Sukawi kepada wartawan.

Yoyok Sukawi mengaku awalnya tak tahu bahwa gelandang Persib Bandung, Oh In-kyun disanksi Komdis PSSI.

Pemain asing asal Korea Selatan itu dimainkan penuh selama 90 menit oleh Persib Bandung melawan PSIS Semarang, Minggu (8/7/2018).

Yoyok mengaku baru mengetahui Oh In-kyun disanksi dari rekan-rekan media yang menginformasikan kepadanya.

"Itu sudah keluar suratnya, tetapi surat itu dikirim ke Persib pada 8 Juli 2018 dini hari WIB. Selanjutnya sore hari, Persib protes," ujarnya.

Ia mengaku heran protes Persib Bandung terhadap putusan itu dikabulkan oleh Komdis PSSI yang kemudian menunda hukuman sang pemain.

Apalagi, ada kasus serupa yang pernah menimpa penyerang Persija Jakarta, Marko Simic yang dijatuhi larangan bertandingan pada H-1 menjelang laga kontra Persebaya.

"Lalu, saya tidak mengerti, siapa yang bilang atau bagaimana, menurut Persib, Komdis PSSI bicara In Kyun boleh bermain. Karena Persib protes. Sehingga malam itu Persib mainkan In Kyun," tutur Yoyok.

"Sebelum kasus ini, kemarin ada kasus yang sama menimpa Marko Simic di Persija. Kasusnya sama, diputuskan sudah lama, tapi surat datangnya berdekatan."

"Sama-sama telah diputuskan setelah technical meeting. Tapi saat itu, Persija protes juga. Tapi tidak dikabulkan," ucapnya.

Dia tak akan melakukan protes atau banding, tapi heran kenapa bisa kasus yang sama tapi perlakuannya berbeda.

"Cuma pertanyaan saya, kasus yang sama tapi perlakuan berbeda. Ini tidak bener untuk sepakbola Indonesia. Mestinya, kasus sama, perlakuan juga sama, siapapun itu," ucapnya.

Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved