Hanya Ditemui Kasi Pembinaan SMP, Puluhan Orangtua Murid Tidak Mampu di Depok Protes

Pasalnya kedatangan mereka hanya ditemui Kasi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Depok bukan Kepala Dinas.

Hanya Ditemui Kasi Pembinaan SMP, Puluhan Orangtua Murid Tidak Mampu di Depok Protes
TribunJakarta.com/Bima Putra
Orangtua murid yang tidak mampu saat melakukan aksi demo di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sekira 60 orangtua murid pendaftar jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) mengeluhkan sikap Dinas Pendidikan Kota Depok.

Pasalnya kedatangan mereka hanya ditemui Kasi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Depok bukan Kepala Dinas.

"Masa ketemunya Kasi, minimal itu ketemunya sama Kepala Dinas, kalau perlu Wali Kota. Apa dia bisa menjamin anak saya diterima," kata seorang ibu yang anaknya tidak diterima di SMPN, Pancoran Mas, Depok, Rabu (11/7/2018).

Sang Putri Terganjal PPDB Zonasi Tak Diterima di SMP Negeri, Ridwan Kamil Pilih Lakukan Hal Ini

Pertemuan di kantor Dinas Pendidikan itu berlangsung sekira hampir satu jam dengan lima perwakilan orangtua murid dan lima siswa yang ditolak SMPN.

Hasilnya, mereka menyebut Kasi Pembinaan SMP Diah Haerani tidak dapat memberikan jawaban pasti tentang apa tuntutan mereka.

"Kita datang ke sini mau tanya kenapa murid yang dari keluarga tidak mampu justru tidak diterima di SMPN. Sebenarnya definisi miskin menurut pemerintah apa," lanjutnya.

Diduga Putus Tali Kemudi, Kapal Pembawa Rombongan Pesta Nyaris Tenggelam di Danau Toba

Di tempat yang sama, Sri Riyanti warga Kelurahan Pondok Cina mengatakan Pemkot Depok telah melanggar ketentuan yang diatur Kemendikbud.

Yakni pasal 19 Permendikbud No 14 tahun 2018 yang mengatur jumlah siswa miskin yang dapat diterima di SMPN.

"Ini kan ada peraturannya dari pemerintah. Makannya kalau di sini kita enggak ditemui kita akan lanjut ke Pemerintah Pusat," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help