Masyarakat Kerap Mengeluh Soal Sistem Zonasi di PPDB, Begini Kata Kadisdik Kota Bekasi

"Peningkatan pelayanan tentu akan terus kita lakukan, kedepan akan kita evaluasi agar lebih baik lagi," kata Ali

Masyarakat Kerap Mengeluh Soal Sistem Zonasi di PPDB, Begini Kata Kadisdik Kota Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi Jalan Lapangan Bekasi Tengah, Bekasi Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online menyisahkan sejumlah keluhan dari masyarakat, terutama penerapan sistem zonasi yang dinilai kurang tepat dan merugikan sejumlah siswa karena faktor jarak kedekatan tempat tinggal dengan lokasi sekolah tujuan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadsidik) Kota Bekasi menilai, kebijakan sistem zonasi merupakan aturan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan sudah berlaku sejak tahun ajaran 2017.

"Aturan itu (sistem zonasi) dikeluarkan Kementerian Pendidikan, tujuannya agar siswa yang tinggal dekat sekolah tidak memilih sekolah lain, selain itu zonasi juga bertujuan untuk pemerataan pendidikan," kata Ali Fauzie kepada TribunJakarta.com, Rabu (11/7/2018).

Terkait teknis besaran penambahan skor pada sistem zonasi juga ditetapkan berdasarkan musyawarah yang dilakukan Diknas Kota Bekasi, seluruh sekolah dan melibatkan unsur masyarakat.

"Besaran skor tambahan itu ditetapkan sesuai musyarawah, besarannya tergantung pada kedekatan jarak, mulia dari RW, Kelurahan, hingga Kecamatan, skor tambahan itu disesuaikan secara proposional," jelas Ali

Raih Gelar Doktor di Rusia dan Terbitkan Lebih dari 20 Buku, Adik Pramoedya Toer Kini Jadi Pemulung

Besaran skor tambahan pada sistem zonasi meliputi, untuk jarak satu RW dengan sekolah, poin siswa akan ditambah sebsar 240 poin, satu kelurahan ditambah 180 poin, dan untuk satu kecamatan ditambah 150 poin.

Ali menambahkan, terdapat keluhan siswa yang jarak dari rumah dekat dengan sekolah tapi beda Kelurahan tentu hanya dihitung besaran skor tambahan Kecamatan.

"Kalau untuk pemakaian jarak memerlukan waktu dan pihak server juga belum siap, ya memang kita akui ada beberapa temuan siswa jarak rumahnya dekat tapi beda kelurahan terhitung tambahan skornya hanya dapat skor setaran Kecamatan," jelas dia

Namun kata Ali, keluhan dan  kendala pada saat pelaksanaan PPDB Online akan dijadikan bahan evaluasi untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.

Kerap Jalan Bareng dan Ngaku Nyaman, Jessica Iskandar Beberkan Sosok Richard Kyle

"Peningkatan pelayanan tentu akan terus kita lakukan, kedepan akan kita evaluasi agar lebih baik lagi," kata Ali.

Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa mengeluh lantaran anaknya gagal lolos PPDB Online tahap pertama lantaran skor nilai anaknya tidak cukup besar ketika mendaftar sekolah.

Padahal jika dilihat dari segi nilai ujian nasioanal, sejumlah anak memiliki nilai cukup besar, namun modal nilai ujiam nasional saja tidak cukup jika dibandinhkan dengan siswa yang skor nilainya lebih besar karena faktor zonasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help