Nekat ke Jakarta Tak Punya Keterampilan, Ini Dampak Sosial yang Mungkin Terjadi

Bantaran kali dipake, pinggir rel dipake juga sama mereka. Akhirnya menempati lokasi yang bukan proporsinya," kata Matali kepada wartawan.

Nekat ke Jakarta Tak Punya Keterampilan, Ini Dampak Sosial yang Mungkin Terjadi
Warta Kota/Henry Lopulalan
ARUS BALIK KA - Penumpang KA Matraremaja baru turun di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2017). Pada hari ini 24.739 orang dan pucaknya pada hari Sabtu (1/7) 25.895 pemudik masuk kembali ke Jakarta. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali menjelaskan dampak sosial yang mungkin terjadi jika pendatang yang tak memiliki keterampilan nekat tinggal di Ibu Kota.

Hal itu diungkapkan Marullah kala melakukan Bina Kependudukan (Biduk) bersama Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan di Cipulir, Kebayoran Lama.

"Dampak sosialnya, ya banyak memang. Di daerah kita banyak juga. Ada sejumlah tanah yang kadang kadang pemiliknya tinggalkan, dipake sama mereka (pendatang). Bantaran kali dipake, pinggir rel dipake juga sama mereka. Akhirnya menempati lokasi yang bukan proporsinya," kata Matali kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Wali Kota Jakarta Selatan Sarankan Pendatang Baru ke Ibu Kota Belajar Keterampilan Dulu

Tinggal di Kostan dan Kontrakan, Pendatang yang Tinggal di Jakarta Barat Bertambah 12.300

Dirinya juga khawatir bisa memicu terjadinya tingkat kriminalitas yang meningkat.

"Kalau kaitan itu (kriminalitas) erat juga. Maka kita imbau dalam kaitan ini, kita jaga bareng kepolisian. Kita enggak ingin memakai cara represif tapi pemerintah berupaya melindungi warganya. Ya ada satu dua, tapi portretnya semakin baik," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help