Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat

Menurutnya, baik di ranah privat dan publik. Pelaku kekerasan terhadap anak umumnya memiliki kedekatan dengan anak-anak

Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan kasus kekerasan terhadap anak kerap dilakukan oleh orang terdekat.

Kedekatan itu untuk menutupi tindakannya sehingga tidak dicurigai oleh masyarakat tempat ia beraksi.

"Dari 479 kaus kejahatan seksual yang dilaporkan kurung waktu Januari - Juni 2018. Untuk menutupi kejahatannya, umumnya predator sangat dekat dengan aktivitas masyarakat," kata Sirait saat dihubungi wartawan di Sukmajaya, Depok, Selasa (10/7/2018).

Ia mencontohkan kasus oknum guru Bahasa Inggris di Depok berinisial WA yang mencabuli 13 murid laki-lakinya.

Meski aksi WA disertai ancaman, namun WA termasuk orang terdekat di lingkungan anak yang menjadi korban.

Menurutnya, baik di ranah privat dan publik. Pelaku kekerasan terhadap anak umumnya memiliki kedekatan dengan anak-anak.

"Umumnya predator selalu sangat dekat dengan korban. Kami mengimbau agar orangtua waspada pada lingkungannya dan menjadi lini terdepan menjaga serta melindungi anak," lanjutnya.

Di ranah privat, Sirait menuturkan anak dari pelaku kekerasan terhadap anak juga rentan menjadi korban.

Pada ranah ini ia menyebut pentingnya peran masyarakat yang peduli dengan keadaan di sekitar lingkungannya.

"Anak pelaku juga sangat rentan menjadi korban orangtuanya sendiri. Anggota masyarakat perlu berpartisipasi 
menjadi masyarakat yang peduli dengan lingkungannya," lanjutnya.

Sebagai informasi, kasus kekerasan terhadap anak yang teranyar di Depok dilakukan AG (47) kepada bocah kelas V SD tetangganya.

Aksi yang dilakukan pada Minggu (8/7/2018) sekira pukul 20.30 WIB itu dilakukan saat korban hendak pergi ke warung dekat rumahnya.

Deni (38) selaku warga Kelurahan Tirtajaya menyatakan AG termasuk orang yang dekat dengan anak-anak di lingkungan rumahnya.

"Orangnya itu dekat dengan anak-anak kecil. Ibaratnya kalau ada anak kecil menangis, pas digendong sama pelaku pasti nangisnya berhenti," kata Deni, Sukmajaya, Depok, Minggu (8/7/2018).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved