Pengembang Situs PPDB SMP Se-Tangsel Sebut Sosialisasi Jadi Pangkal Masalah

Ia mengatakan kesalahan seperti itu yang akhirnya membuat sistem kerap menolak pendaftaran dan membuat wali murid panik.

Pengembang Situs PPDB SMP Se-Tangsel Sebut Sosialisasi Jadi Pangkal Masalah
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ilustrasi Pelaksaan PPDB Online 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Selama satu minggu pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Se-Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2018 diwarnai sejumlah kendala.

Posko-posko yang diadakan untuk pengaduan masyarakat dan pemberian informasi pun selalu ramai diserbu wali murid yang mengadukan kendalanya.

Bahkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tangsel, sampai memperpanjang masa pendaftaran dan sempat mwlakukan pembenahan sistem onlinenya.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, sejak hari pertama pendaftaran pada Rabu (4/7/2018), sistem online yang dicanangkan Disdikbud Tangsel sudah eror.

Setelah sempat dilakukan pembenahan sistem pada Jumat (6/7/2018) dan pendaftaran dibuka kembali pada Senin (9/7/2018), kendala justru semakin beragam, dan wali murid tak kunjung surut mengunjungi posko PPDB, terutama di SMP 11, Serpong, Tangsel.

Pihak Hamura Agency, perusahaan yang mengembangkan sistem PPDB tingkat SMP yang menggunakan sistem online itu menyebut pihak Disdikbud kurang maksimal dalam menyosialisasikan sistem online yang digunakan.

Laksono Hadiswanto, managing director digital agency itu, menyebut pangkal masalah erornya sistem dan kendala-kendala yang menyusul setelahnya adalah dari tidak adanya sosialisasi dalam bentuk video tutorial.

Hal itu menurutnya sangat penting bagi ribuan wali murid yang akan menggunakan sistem online pada proses pendaftaran.

"Mungkin satu, kalau saya bilang dari pemerintahnya sendiri tidak memberi edukasi lebih jauh. Misal kalau dari awal bikinkan video tutorial cara pengisian, jauh hari sebelumnya, tidak akan ada masalah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help