Rombongan Bus Peziarah dari Surabaya Tersangkut di Kolong Jembatan Matraman

"Kaget banget, saya pikir ada apa, soalnya bunyi 'brak' kenceng banget," ujarnya kepada awak media, Rabu (11/7/2018).

Rombongan Bus Peziarah dari Surabaya Tersangkut di Kolong Jembatan Matraman
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Bus pariwisata pembawa rombongan peziarah asal Surabaya yang tersangkut di kolong jembatan Matraman, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TEIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebuah bus pariwisata berisi peziarah tersangkut di bawah kolong jembatan kereta api Matraman.

Diketahui bus berplat AA 1616 DW tersebut melaju dari arah Kampung Melayu dan akan mengantarkan puluhan peziarah menuju Monas.

Kejadian ini sempat membuat kaget dan panik puluhan penumpang yang ada di dalamnya, mereka berhamburan keluar untuk mengetahui apa yang terjadi dengan bus yang mereka tumpangi.

Tami (40), seorang penumpang bus mengaku sangat kaget karena saat kejadian tiba-tiba terdengar suara sangat kencang dari arah atap bus.

"Kaget banget, saya pikir ada apa, soalnya bunyi 'brak' kenceng banget," ujarnya kepada awak media, Rabu (11/7/2018).

Anaknya Tidak Diterima di SMP Negeri, Puluhan Orangtua Lakukan Demo di Balai Kota Depok

Ia menjelaskan, dirinya dan sejumlah penumpang lainnya tengah berlibur ke Jakarta setelah sebelumnya melakukan ziarah Wali Songo.

"Kami rombongan dari Surabaya, habis ziarah dari makam Wali Songo, nah ini di Jakarta lagi jalan-jalan saja mau ke Monas," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, mesin ac yang terdapat di bagian atas bus rusak parah, serpihan mesin ac  berhamburan di sekitar lokasi kejadian.

Umrah Pertama Kali Bareng Anak, Rossa Dapat Doa dari Buah Hati Ibu Pasti Happy

Untuk melakukan evakuasi, terpaksa tekanan angin pada ban harus dikurangi guna menurunkan ketinggian bus tersebut.

Sementara itu, akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di sekitar Jalan Raya Matraman arah Salemba sempat macet sehingga kendaraan yang ingin melintas dialihkan ke jalur Transjakarta untuk mengurangi kepadatan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help