Verifikasi Jadi Kendala Rusunawa KS Tubun Belum Juga Dihuni

Verifikasi data calon penghuni di Rusunawa KS Tubun tersebut, harus dilakukan dengan cermat, agar lapangan pekerjaan di daerah tersebut dapat tumbuh

Verifikasi Jadi Kendala Rusunawa KS Tubun Belum Juga Dihuni
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai memberikan pengarahan dan motivasi kepada para peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las Condet, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMATJATI - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan, proses verifikasi masih menjadi kendala dalam mengisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) KS Tubun di Jakarta Barat.

Hal itu disampaikannya usai memberikan pengarahan dan motivasi kepada peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las Condet, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Kita ingin bahwa yang menempati rumah susun, jadi gerak lincah dari Dinas Perumahan kita perlukan untuk menverifikasi data-datannya, by name, by adress," ujar Sandiaga Uno, Rabu (11/7/2018).

Verifikasi data calon penghuni di Rusunawa KS Tubun tersebut, harus dilakukan dengan cermat, agar lapangan pekerjaan di daerah tersebut dapat tumbuh.

Sandiaga menjelaskan, sebaiknya verifikasi data calon penghuni seharunya tidak terlalu lama, agar tidak menggerus lapangan pekerjaan di kawasan Rusunawa KS Tubun.

Ini Pesan Anggota DPRD kepada Wali Kota Jakarta Selatan yang Baru

"Mestinya sih harus (cepat), karena fokusnya lapangan kerja dan ini jadi prioritas pembangunan provinsi ke depan. Lapangan kerja ini jangan sampai terlalu lama, dan ini yang kita harapkan akan timbul dunia usaha di situ dan akan menghasilkan lapangan kerja," ujar Sandiaga Uno.

Perlu diketahui, Rusunawa KS Tubun merupakan rusunawa terakhir yang dibangun pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Ada 3 tower di Rusunawa KS Tubun yang terdiri dari 16 lantai dengan fasilitas berbeda pada beberapa bagian.

Lantai 1 berisi kantor pengelola, ruang taman belajar pendidikan anak usia dini (PAUD), ruang kesehatan, aula, dan bank yang masih kosong.

Pada lantai 2 dan 3, berisi ruang usaha yang berderet dengan total 113 ruang. Ada pula Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bambu Kuning di halaman rusun.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help