Wali Kota Jaksel Perintahkan Jajarannya Gelar Biduk ke 18 Ribu Warga Pendatang 

"Mereka yang baru datang terutama ke Jakarta Selatan sejumlah 18 ribu orang," katanya.

Wali Kota Jaksel Perintahkan Jajarannya Gelar Biduk ke 18 Ribu Warga Pendatang 
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan bahwa operasi bina kependudukan (Biduk) harus dilakukan secara rutin.

Menurutnya, Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Selatan (Dukcapil) harus memberikan penyuluhan kepada para pendatang baru di Jakarta.

"Kami memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga pendatang untuk melengkapi administrasi kependudukan mereka, karena itu menjadi penting bagi warga Republik Indonesia," katanya kepada wartawan usai meninjau lokasi di permukiman Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, sebanyak 18 ribu warga pendatang tahun ini datang ke wilayah Jakarta Selatan.

"Mereka yang baru datang terutama ke Jakarta Selatan sejumlah 18 ribu orang," katanya.

Kemudian dirinya menginstruksikan kepada Sudin Dukcapil Jaksel untuk melakukan pendataan.

"Nah yang itu (18 ribu itu) kita sweeping di rumah rumah kos, rumah pribadi juga kadang ada. Itu teman teman saya dari Sudin Kependudukan Jaksel siap memberi pelayanan gratis kepada warga pendatang baru,"  kata Matali.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved