Bandara Soekarno-Hatta Dinilai Paling Ngaret Sedunia, Ini Tanggapan AirNav Indonesia

Menanggapi masalah delay yang kerap terjadi, Yohanes menjelaskan bahwa slot penerbangan didapatkan oleh pihaknya dari Kementerian Perhubungan.

Bandara Soekarno-Hatta Dinilai Paling Ngaret Sedunia, Ini Tanggapan AirNav Indonesia
wikipedia
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bandara Soekarno-Hatta dinilai sebagai bandar udara yang paling tidak tepat waktu keberangkatan penerbangannya di dunia.

Pernyataan tersebut berdasarkan laporan penilaian yang dikeluarkan oleh perusahaan usaha dari negara Inggris yaitu OAG.

Kroasia Tim Bermental Baja dan Cetak Rekor Baru Usai Tumbangkan Inggris

Terkait penilaian buruk tersebut, Menager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, mengatakan penilaian tentang pernyataan itu hanya masalah perbedaan acuan teknik perhitungan saja.

"Kami mencari tahu bagaimana metode survei penilaian tersebut. Mereka menganggap dari tiket pesawat yang telah terjual, dari selisih waktu jam keberangkatan tiket dengan keberangkatan pesawat. Kalau tidak salah patokan mereka per 15 menit," Yohanes di Hotel Golden Tulip, Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Yohanes menyebut penilaian ini ada keterkaitannya dengan kepadatan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Lebih Dulu Kebobolan, Kroasia ke Final Piala Dunia Usai Hempaskan Inggris Lewat Perpanjangan Waktu

Dari data yang terkumpul, sebanyak 63 juta penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang diberangkatkan setiap tahunnya.

Menanggapi masalah delay yang kerap terjadi, Yohanes menjelaskan bahwa slot penerbangan didapatkan oleh pihaknya dari Kementerian Perhubungan.

"Kalau memang berjalan mulus, maka tidak ada delay. Tapi kan pada kenyataanya banyak kendala yang terjadi namun banyak faktor," ujar Yohanes.

"Alasannya pun macam - macam. Seperti operasional dari maskapai dan juga bencana alam. Contohnya pada kejadian letusan Gunung Agung kemarin yang berdampak pada penerbangan," sambung dia.

Ia melanjutkan, bahwa AirNav sudah memberikan solusi agar masalah delay ini tak terjadi lagi.

Solusi tersebut dengan membuat sistem aplikasi yang digunakan oleh para maskapai bernamakan Cronos.

"Mereka bisa lihat sendiri jadwalnya, delay-nya berapa lama. Lalu dimasukkan ke dalam sistem, dan maskapai yang ingin masuk itu bisa isi slot. Jadi ini sifatnya transparan. kami kasih toleransi 30 menit," jelas Yohanes.

Yohanes berharap dengan adanya sistem aplikasi ini bisa mendukung sejumlah pelayanan dan berharap dapat mengurangi masalah delay yang dikeluhkan pengguna jasa.

"Bisa juga mendorong maskapai untuk meningkatkan On Time Performance-nya. Dengan pelayanan yang semakin terbuka ini juga bisa dicek online pada sistem aplikasi kami," tukas Yohanes.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved