Kecamatan yang Jadi Markas BNNK Depok Berstatus Zona Merah Peredaran Narkotika

Pengguna sabu itu didominasi oleh remaja yang masih berusia 16 hingga 28 tahun dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Kecamatan yang Jadi Markas BNNK Depok Berstatus Zona Merah Peredaran Narkotika
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kepala BNNK Depok AKBP Rusli Lubis saat ditemui wartawan, Sukmajaya, Depok, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok mengatakan Kecamatan Sukmajaya merupakan zona merah peredaran narkotika di Depok.

Ia menyebut hampir semua wilayah di Kota Depok dapat digunakan sebagai pintu masuk peredaran narkoba di Depok.

"Hampir semua, karena dari pusat juga sudah warning. Ini juga perbatasan antara DKI dengan Jawa Barat. Dan hampir rata-rata, tindak yang terkait narkoba zona merahnya ada di sini, Sukmajaya," kata Ruslan di Sukmajaya, Depok, Kamis (12/7/2018).

Ledakan Turut Dipicu dari Colokan Dispenser Ruko Kebayoran Baru

Dari semua jenis, sabu menjadi jenis narkotika yang paling banyak beredar di Depok lalu disusul ganja.

Pengguna sabu itu didominasi oleh remaja yang masih berusia 16 hingga 28 tahun dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Meski menyebut kebanyakan sabu itu berasal dari luar Kota Depok, Ruslan mengakui bahwa ada kemungkinan narkoba yang beredar berasal dari Depok.

70 Persen Atlet Peserta Asian Games Masih Try Out di Luar Negeri

"Peredarannya ada di Depok, tapi bandarnya ada di Bogor, sudah beda wilayah. Jadi mereka rata-rata dapat barang dari luar. Tidak menutup kemungkinan di Depok juga ada. Jadi yang kemarin itu kurirnnya orang Depok. Jenisnya sabu juga," jelasnya.

Sebagai informasi, Kecamatan Sukmajaya merupakan tempat BNNK Depok bermarkas.

Yakni di jalan Merdeka Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Badan Pusat Statistik Kota Depok mencatat bahwa di tahun 2016 Kecamatan Sukmajaya merupakan Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak.

Yakni sebanyak 291.267 ribu penduduk dengan kepadatan penduduk 16.788 ribu per kilometer perseginya.

Untuk kasus penyalahgunaan narkotika di Depok, BPS Kota Depok mencatat bahwa di tahun 2014 terdapat 342 kasus penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan di tahun 2015 tercatat 368 kasus penyalahgunaan narkotika.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help