Mantan Teroris Ali Fauzi Minta Polisi Lakuan Pencegahan: Amrozi Beli Bahan peledak 10 Ton

"Mas Amrozi beli bahan-bahan peledak 10 ton dari Surabaya. Bukan kebobolan, karena memang dijual bebas," ungkap Ali Fauzi

Mantan Teroris Ali Fauzi Minta Polisi Lakuan Pencegahan: Amrozi Beli Bahan peledak 10 Ton
surya/pipit maulidiya
Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana teroris 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana teroris (napiter), meminta polisi perketat penjualan bahan kimia di Surabaya. Ali Fauzi mengatakan selama ini bahan-bahan kimia untuk membuat bom yang digunakan para teroris itu kebanyakan dibeli di Surabaya.

Hal ini dikatakan Ali Fauzi yang dulunya dikenal sebagai pentolan Jamaah Islamiyah Jawa Timur saat mengisi acara Short Course Penguatan Prespektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media, di Surabaya, Rabu (11/7/2018).

"Tentu untuk meminimalisir ledakan susulan pihak Polda Jatim tentu harus melakukan profiling (pencegahan) bahan kimia. Apa yang para teroris cari, apa yang biasa mereka kombinasikan bahan-bahan kimia itu," kata adik dari tiga teroris Ali Ghufron, Amrozi, dan Ali Imron ini.

Ali Fauzi mengungkapkan pada 2002 sampai 2017 tidak ada ledakan bom di Surabaya. Namun sesungguhnya, ungkap Ali Fauzi, bahan-bahan kimia untuk membuat bom itu dibeli dari Surabaya.

"Mas Amrozi beli bahan-bahan peledak 10 ton dari Surabaya. Bukan kebobolan, karena memang dijual bebas," ungkap Ali Fauzi yang saat ini menjadi Koordinator Yayasan Lingkar Perdamaian, sebuah yayasan yang mendampingi para mantan teroris.

Melakukan pencegahan memang bukan pekerjaan mudah. Namun dia yakin jika dikerjakan secara profesional dan sistematis maka akan bisa mempersempit ruang gerak teroris di Indonesia. (Pipit Maulidiya)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Para Teroris Pernah Beli 10 Ton Bahan Kimia Bom di Surabaya, Ali Fauzi Minta Polisi Antisipasi

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help