Melawan saat Ditangkap, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak Polisi di Tangerang

Jajaran Polres Metro Tangerang kembali meringkus pelaku kejahatan pencurian bermotor di kawasn Tangerang

Melawan saat Ditangkap, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak Polisi di Tangerang
TRIBUNJAKARTA.COM/ EGA ALFREDA
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan bersama salah seorang pelaku yang diamankan jajarannya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Jajaran Polres Metro Tangerang kembali meringkus pelaku kejahatan pencurian bermotor di kawasn Tangerang

Satu dari tiga pelaku ditembak pelaku ditembak mati sebab memberikan perlawanan terhadap petugas ketika akan ditangkap

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan menjelaskan, terdapat tiga pelaku curanmor yang berhasil diringkus jajarannya berinisial Y (17), E (18), dan O (28).

Harry menjelaskan Y ditangkap polisi di Teluk Naga, sedangkan E diamankan di Jatiuwung, dan Opang diringkus di Serang beberapa hari yang lalu.

Ledakan Berkekuatan Tinggi Terjadi di Kompleks Ruko Perkantoran Grand Wijaya Kebayoran Baru

Y dan E, jelas Harry, berperan sebagai eksekutor dalam perampokan kendaraan bermotor. Sedangkan O berperan sebagai penadah dari hasil curian yang dilakukan kedua rekannya tersebut.

"Pada saat ditangkap, kami melakukan pengembangan kepada seorang pelaku lainnya yang masih menjadi buron yaitu AR. Saat akan ditangkap, E melakukan perlawanan kepada petugss dan langsung diberi tindakan tegas terukur," papar Harry di RSUD Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Pasalnya, komplotan yang merupakan jaringan asal suatui daerah ini tidak segan-segan melukai korbannya menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Mereka kerap meluncurkan aksinya di wilayah Neglasari, Benteng Kota dan Jatiuwung, Tangerang.

"Modusnya pelaku tidak segan melukai korbannya dengan senjata yang memang saat ini senjatanya sedang kami kejar di salah satu DPO yaitu AR. Pelaku juga memepet dan mengambil di halaman rumah para korbannya," tutur Harry.

Sang Putri Terganjal PPDB Zonasi Tak Diterima di SMP Negeri, Ridwan Kamil Pilih Lakukan Hal Ini

Menurutnya, pelaku tidak pandang bulu dalam memilih korbannya hanya bila ada kesempatan saja.

"Variatif tidak melihat siapa korbannya, perempuan, laki-laki, orangtua semua jadi korban," kata Harry.

Dari ketiganya, polisi menyita sembilan unit kendaraan sepeda motor dengan berbagai jenis, tujuh STNK asli serta dua alat kejahatan seperti kunci letter T dan magnet.

Kedua pelaku yang masih hidup kenakan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dan pasal 480 tentang penadahan dengan ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved