Sembunyikan 18.000 Butir Ekstasi dalam Korset, 4 Terduga Pelaku Diringkus

Alrasyidin juga menyebut, keempat tersangka dikendalikan oleh seorang DPO berinisial DR.

Sembunyikan 18.000 Butir Ekstasi dalam Korset, 4 Terduga Pelaku Diringkus
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Alrasyidin Fajri Gani memegang barang bukti korset yang dikenakan empat penyelundup ekstasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK -  Terduga pelaku berinisial MA, MP, AP, dan A ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok ketika turun dari kapal di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.

Untuk mengelabui polisi, keempat terduga pelaku tersebut membawa 18 ribu butir ekstasi dari Tanjung Pinang menuju Tanjung Priok menggunakan korset.

18 ribu ekstasi senilai Rp 5,4 miliar dimasukkan ke dalam korset yang mereka kenakan, dilapisi dengan pakaian yang mereka pakai, Kamis (26/4/2018) .

"Narkotika tersebut diamankan dari empat tersangka, modusnya dengan menggunakan korset. Jadi narkotikanya ditaruh di dalam korset mereka berharap untuk mengelabui petugas kepolisian," jelas Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Alrasyidin Fajri Gani, Kamis (12/7/2018).

Tak hanya dimasukkan ke dalam korset, salah satu dari tersangka juga memasukkan sejumlah ekstasi ke dalam bagian alat vitalnya.

Namun, dari hasil pengintaian dan penggeledahan polisi, mereka  gagal menyelundupkan sabu itu di wilayah Jakarta.

Alrasyidin menambahkan, keempat tersangka itu termasuk ke dalam jaringan lokal, Banjarmasin-Tanjung Pinang.

Dapat Beragam Kritikan Usai Mantap Berhijab, Nikita Mirzani: Minta Doanya Saja, Bukan Perkara Mudah

"Tidak ada jaringan internasional, dia jaringan Banjarmasin-Tanjung Pinang, kemudian Jakarta. Dari Banjarmasin mereka direkrut, lalu mereka ke Tanjung Pinang untuk ambil barang, lalu mereka kirimkan ke Jakarta dengan menggunakan kapal," terang Alrasyidin.

Alrasyidin juga menyebut, keempat tersangka dikendalikan oleh seorang DPO berinisial DR. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk meringkus DR.

Dikatakan dia, beberapa lembaga permasyarakatan (lapas) dicurigai sebagai sarang pengendali para kurir narkoba. Namun, ia tidak menyebut secara pasti lapas mana saja yang dicurigai.

"Sementara ada di beberapa lapas yang kita curigai sebagai pengendali atau operator dari kurir-kurir narkoba ini. Kita terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sindikat dan jaringan yang lain," kata dia.

Jadi Artis Terkenal dan Punya Bisnis, Prilly Latuconsina Bongkar Alasannya Tetap Kuliah

Dengan adanya percobaan penyelundupan narkotika di daerah pelabuhan ini, Alrasyidin akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti pihak pelabuhan untuk memastikan adanya pengamanan berlapis.

"Jadi kita berlapis, kapal penumpang atau barang itu kita lapisi dengan pengamanan untuk menjamin bahwa tidak ada barang-barang yang tidak diperbolehkan oleh UU masuk ke Jakarta," tandasnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved