Banyak Pemotor Melawan Arus, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan di Depan Stasiun Pasar Minggu

Ketika palang pintu penyeberangan rel tertutup karena akan ada kereta yang melintas, kemacetan tersebut pun semakin mengular.

Banyak Pemotor Melawan Arus, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan di Depan Stasiun Pasar Minggu
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Sejumlah pengendara motor melawan arus di depan Stasiun Pasar Minggu, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kemacetan panjang terjadi di depan Stasiun Kereta Pasar Minggu, dari arah Pasar Minggu menuju kawasan Kawasan Lenteng Agung, Depok.

Kemacetan tersebut, terjadi akibat banyaknya pengendara motor yang melawan arah, dan akan menyeberang rel.

Korban Kebakaran: Apinya Besar dan Menjalar Cepat ke Bangunan Lainnya

Ketika palang pintu penyeberangan rel tertutup karena akan ada kereta yang melintas, kemacetan tersebut pun semakin mengular.

Bahkan, butuh waktu sekiranya 30 menit, agar dapat menembus kemacetan tersebut.

Christian, seorang pengendara motor yang terjebak di kemacetan tersebut menuturkan, kemacetan tersebut kerap kali terjadi karena banyaknya pengendara motor yang melawan arah.

Cari Suvenir Pernikahan Mulai Harga Rp 5 Ribu di Jakarta Wedding Festival? Kunjungi Vendor Ini

"Gimana nggak mau macet itu pada melawan arah, ditambah tidak adanya petugas berwajib yang mengatur lalu lintas di sini," ucap Christian di depan Stasiun Kereta Pasar Minggu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Kepada TribunJakarta.com, Christian menuturkan kemacetan tersebut juga kerap terjadi akibat banyaknya ojek daring dan konvensional, yang menunggu penumpang di sekitar kawasan depan Stasiun Pasar Minggu.

Calon Wapres Prabowo Sudah Mengerucut, Sandiaga Uno: Tak Ada Kejutan

"Itu juga banyak banget ojek daring atau konvensional yang ngetem di situ, jadi semakin nggak karuan gini kan," ucap Christian.

Pantauan TribunJakarta.com, pejalan kaki di trotoar sekitar kawasan tersebut pun juga terlihat tersendat.

Hal ini diperparah ramainya pedagang kaki lima (PKL), yang berjualan di sepanjang trotoar di depan stasiun.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help