Tinggal Sejak 1970-an, Rumah Mewah Eni Saragih di Tangerang Awalnya Seukuran Gubuk

Bahkan, warga yang sudah tinggal lama berdampingan dengan Eni mengatakan rumah itu hampir tidak layak tinggal.

Tinggal Sejak 1970-an, Rumah Mewah Eni Saragih di Tangerang Awalnya Seukuran Gubuk
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Rumah Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih di Jalan Swadaya Nomor 10 RT 4/RW 4, Larangan Indah, Kota Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CILEDUG - Rumah mewah Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih di Jalan Swadaya Nomor 10 RT 4/RW 4, Larangan Indah, Kota Tangerang awalnya berbentuk gubuk pada tahun 1970-an.

Bahkan, warga yang sudah tinggal lama berdampingan dengan Eni mengatakan rumah itu hampir tidak layak tinggal.

"Yah mas, dulu rumah itu kecil banget. Seukuran gubuk lah. Kasian juga dulu waktu kalau inget. Sekitar tahun 1977," ujar warga Larangan Indah, Ciledug, Tangerang yang enggak disebutkan namanya, pada Sabtu (14/7/2018) dini hari.

Eni Saragih Terkejut Saat Petugas KPK Datang di Acara Ulang Tahun Anak Menteri Idrus Marham

Namun, sejak Eni menjabat sebagai anggota DPR, satu demi satu rumah yang berada di kanan kirinya dibeli untuk memperluas rumahnya.

Menurut warga tersebut, Eni melakukan renovasi besar-besaran pada tahun 2017 hingga gubuk tersebut menjadi sebuah rumah mewah.

Soal Sistem Zonasi, Mendikbud : Permendikbud Tidak Boleh Bertentangan Dengan PP

Eni dan keluarga menempati rumah itu pada tahun baru 2018.

"Sejak itu jadi jarang keluar rumah ngobrol sama warga," sambung warga itu.

Diketahui Eni saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup sebelum dicokok operasi tangkap tangan oleh KPK pada Jumat (13/7/2018) siang hari.

Sementara di Golkar, Eni menjabat sebagai Ketua Bidang Energi dan Energi Terbarukan.

Ia ditangkap KPK usai menghadiri acara di kediaman Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK juga menangkap 8 orang lainnya. KPK juga turut menyita uang Rp 500 juta.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help