'Nyelonong' Pertandingan Perancis Vs Kroasia, Aksi Pussy Riot Sarat Muatan Politik

Pussy Riot menjelaskan bahwa seragam polisi digunakan untuk menyindir aparat keamanan yang kerap melakukan penangkapan secara ilegal

'Nyelonong' Pertandingan Perancis Vs Kroasia, Aksi Pussy Riot Sarat Muatan Politik
Independent
Kelompok punk Pussy Riot mengaku bertanggung jawab atas aksi masuk lapangan saat final Piala Dunia 2018 

TRIBUNJAKARTA.COM, MOSKOW- Menit 52, empat orang berpakaian polisi tiba-tiba nyelonong ke lapangan pertandingan final Piala Dunia antara Perancis dan Kroasia.

Untung saja aksi mereka langsung dihalau oleh petugas keamanan.

Tak lama berselang, kelompok punk Rusia Pussy Riot mengaku bertanggung jawab atas kejadian yang tentu menampar muka Vladimir Putin yang menonton langsung bertandingan.

Dalam sebuah pernyataan, Pussy Riot menjelaskan bahwa seragam polisi digunakan untuk menyindir aparat keamanan yang kerap melakukan penangkapan secara ilegal.

Mereka menyontohkan kasus penangkapan Oleg Sentsov.

Sentsov divonis 20 tahun penjara karena “konspirasi melakukan teror” setelah memprotes aneksasi Rusia terhadap Krimea pada 2014 lalu.

Selain menyindir polisi Rusia sebagai polisi duniawi yang suka menangkapi aktivis secara ilegal, mereka juga mengirim beberapa tuntutan:

Bebaskan seluruh tahanan politik.

  1. Tidak memenjarakan karena "like".
  2. Hentikan penangkapan ilegal ketika demonstrasi.
  3. Biarkan adanya persaingan politik di Rusia.
  4. Tidak membuat tuduhan dan memenjarakan orang tanpa alasan.
  5. Ubah polisi duniawi menjadi polisi surgawi.

Lebih dari itu, Pussy Riot bukanlah kelompok punk Rusia sembarangan.

Pussy Riot merupakan sebuah grup musik punk rock wanita asal Moskow, Rusia, yang dikenal karena pentas pertunjukan dadakan politik provokatifnya tentang kondisi politik Rusia.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved