Korban Kekerasan Seksual Disertai Ancaman Pembunuhan di Depok Akan Temui Komnas Perempuan
"Hari ini sudah ke Polres dan dianter visum ke RS Polri Kramat Jati. Visumnya sekira satu jam, besok saya ke RS Polri lagi untuk pemeriksaan psikis,"
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Mahasiswi korban kekerasan seksual dan ancaman pembunuhan dari di Depok, SN (21) akan mendatangi kantor Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
Langkah ini ditempuh guna menemukan solusi lain dari kasus yang menimpanya pada Minggu (15/7/2018) sekira pukul 06.30 WIB.
"Tetap mau ke Komnas Perempuan, mau cari solusi lain juga. Saya diminta datang langsung ke kantor Komnas Perempuan untuk menceritakan insiden yang saya alami. Sudah komunikasi dengan Komisionernya, Bu Mariana," kata SN di Cimanggis, Depok, Selasa (17/7/2018).
Perihal pelaku, SN telah melaporkan kasusnya ke Unit PPA Polresta Depok guna ditindaklanjuti oleh kepolisian.
Sosok yang berani membentak pelaku ini juga telah menjalani visum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna mendapatkan bukti adanya kekerasan.
"Hari ini sudah ke Polres dan dianter visum ke RS Polri Kramat Jati. Visumnya sekira satu jam, besok saya ke RS Polri lagi untuk pemeriksaan psikis. Mudah-mudahan pelakunya cepat ditangkap polisi, biar enggak terjadi kejadian serupa," tuturnya.
Sementara mengenai harapannya ketika nanti mendatangi Komnas Perempuan, SN berharap ada hikmah di balik musibah yang menimpanya.
Satu di antaranya agar perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual berani melaporkan kasusnya.
"Mudah-mudahan banyak hikmah dari semua kejadian yang aku alami ini. Semoga perempuan lain yang menjadi korban kekerasan seksual jadi melaporkan kasusnya," harapnya.
Sebagai informasi, SN menjadi korban pria tidak dikenal yang meraba payudaranya saat korban sedang menjajakan makanan ringan di lingkungan RT 02/RW 05 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok.
Pelaku yang berusia sekira 26 tahun dan mengendarai sepeda motor itu juga menunjukkan alat vitalnya kepada korban.
Tidak hanya itu, saat SN hendak melarikan diri pelaku memukul kepala SN dan mengancam akan membunuhnya.
"Dia bilang 'Aku bunuh kamu!' sambil tempeleng kepala saya ke bawah sampai saya mau jatuh, mungkin karena saya mau lari makannya dia memukul kepala saya," ujar SN di Cimanggis, Depok, Senin (16/7/2018).
Mendapat ancaman pembunuhan, SN lantas berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.