Menteri PPPA Pastikan Anak Indonesia Mendapatkan Perlindungan

Ia juga mengimbau kepada anak-anak dan masyarakat, untuk tidak melakukan pernikahan di bawah umur, demi menjaga kondisi mental dan psikologi anak.

Menteri PPPA Pastikan Anak Indonesia Mendapatkan Perlindungan
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, usai menghadiri acara di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Matraman, Jakarta Timur, Selasa (17/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Seluruh anak Indonesia dipastikan akan mendapatkan peelindungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jika mengalami peristiwa atau kejadian yang melanggar haknya.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, usai menghadiri acara di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Matraman, Jakarta Timur.

"Kepada seluruh anak-anak Indonesia, bahwa negara menjaga melindungi, sesuai dengan Undang-Undang Dasar '45. Bahwa anak-anak itu dijaga tumbuh kembang mereka, hak-hak mereka, dan perlindungan khusus bagi mereka," ujar Yohana, Selasa (17/7/2018).

Kesan Pertama Hotman Paris Bertemu Zohri Sang Juara Dunia, Seperti Anak Ayam Kehilangan Induknya

Menurutnya, masa anak-anak adalah waktu yang harus digunakan dengan berbagai kegiatan yang mengembangkan, seperti belajar, bermain, dan berkreasi.

Ia juga mengimbau kepada anak-anak dan masyarakat, untuk tidak melakukan pernikahan di bawah umur, demi menjaga kondisi mental dan psikologi anak.

"Karena masa mereka untuk belajar sekuat mungkin. Karena mereka generasi emas bangsa, kalau bisa jangan menikah di usia dini," ujar Yohana.

Selain itu, wanita kelahiran Manokwari, Irian Jaya tersebut juga menanggapi pernikahan usia dini yang terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Diketahui, pernikahan dini antara bocah yang berinisial A (14) dan I (15) di Kalimantan Selatan, namun dianggap tidak sah oleh pihak dari Kantor Urusan Agama (KUA) Binuang.

Ini yang Dinantikan Kahiyang Ayu saat Tahu Usia Kandungannya 7 Bulan

Yohana menyetujui bahwa pernikahan kedua anak tersebut tidak sah. Karena, dalam undang-undang, pernikahan dianggap sah apabila pasangan sudah berumur di atas 18 tahun.

"Di bawah 18 tahun tidak diperbolehkan, dan saya tetap keras harus berpegang ke Undang-Undang Dasar. Karena, Undang-Undang Dasar ini mempunyai kekutan yang cukup kuat," ujar Yohana.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved