Pileg 2019

Panwaslu Tangerang Selatan Temukan Tujuh ASN Aktif Daftar Bacaleg

Sesuai ketentuan yang berlaku, kata Acep, para ASN seharusnya sudah mengundurkan diri sebelum mencalonkan diri.

Panwaslu Tangerang Selatan Temukan Tujuh ASN Aktif Daftar Bacaleg
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang Selatan (Tangsel), Muhammad Acep di kantor KPU Tangsel di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, Rabu (18/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan tujuh aparatur sipil negara (ASN) yang dicalonkan jadi bakal calon legislatif (bacaleg) dari sejumlah partai.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang Selatan (Tangsel), Muhammad Acep, di kantor KPU Tangsel di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, Rabu (18/8/2018).

Selepas mengawasi proses pendaftaran bacaleg dari 16 partai peserta pemilu, Acep menyebutkan tujuh ASN yang masih aktif di posisinya masing-masing, terdaftar sebagai bacaleg.

PB PASI Tidak Bebankan Zohri Target Medali di Asian Games 2018, Ini Alasannya

Temuan itu didapati pihak Panwaslu dalam rangka pengawasan yang dilakukan tidak hanya pada penyelenggara.

Namun juga peserta, dalam hal ini bacaleg.

"Juga yang kita awasi adalah peserta pemilu sendiri. Pertama yang kita awasi adalah soal kelengkapan berkas. Karena memang ini proses awal, nanti akan ada perbaikan di di proses DCS (daftar calon sementara) sebelum jadi DCT (daftar calon tetap)," kata Acep.

Soal Bendera Merah Putih, Lalu Muhammad Zohri: Masalah itu Sudahi Saja

"Kita menemukann sementara ini, masih terdapat beberapa ASN yang masuk sebagai bacaleg," tambahnya.

Dari tujuh ASN itu, ada empat yamg merupakan ASN di kelurahan, yakni Mahmudin Plt Lurah Cipayung dari PPP, Idrus Plt Lurah Pisangan dari Golkar, Munasik Plt Sekretaris Lurah Pondok Ranji dari Golkar dan Rohman tenaga kerja sukarela (TKS) kelurahan Perigi Baru.

Selain itu, dua lainnya bekerja di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) sebagai TKS yakni Subki dari partai Berkarya dan Yayan Gustawan dari partai Hanura.

Terakhir adalah ASN atas nama Ali Rahmat, yang belum diketahui instansinya, maju dari PKS.

Sesuai ketentuan yang berlaku, kata Acep, para ASN seharusnya sudah mengundurkan diri sebelum mencalonkan diri.

Pengunduran itu dibuktikan dengan lampiran surat pengunduran diri dan surat dari Bagian Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) atas pengunduran dirinya.

"Tadi kita lihat belum ada, hanya surat pengunduran diri saja. Itu juga hanya ada di Golkar. Posisi hari ini masih bekerja sebagai lurah dan masih bekerja sebagai aparat kelurahan maupun pemerintahan," ujar Acep.

Para bacaleg memiliki tenggat waktu hingga 31 Juli 2018 untuk melengkapi dokumen yang belum lengkap. Jika tidak ada kelengkapan seperti surat pengunduran diri tadi, ASN yang nyaleg secara otomatis gugur.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved