Pedagang Telur Ayam dan Pembeli di Bekasi Menjerit Karena Harga Meroket

"Iya, banyak yang ngomel, protes-protes, kitanya juga bingung, tapi mereka juga ujung-ujungnya sih beli juga, karena butuh sih,"

Pedagang Telur Ayam dan Pembeli di Bekasi Menjerit Karena Harga Meroket
(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Ilustrasi telur ayam 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI- Melonjaknya harga telur ayam ras negeri membuat para pedagang telur di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur, mengeluh. Sebab, penjualan mereka turun hingga 50 persen.

"Sekarang lagi turun drastis," kata Drajat, salah satu pedagang telur di Pasar Baru Bekasi,saat ditemui Kompas.com, Rabu (18/7/2018).

Drajat mengatakan, harga telur ras negeri saat ini menembus Rp 30.000 per kg. Padahal, harga normal sebelumnya menurut dia Rp 22.000 per kg.

Sedangkan harga 1 peti berisi 15 kilogram telur ayam ras negeri saat ini Rp 405.000, padahal normalnya 1 peti itu berkisar Rp 310.000.
Melonjaknya harga telur ini, lanjut dia, membuat konsumen protes. Konsumen juga menurunkan belanja mereka membeli telur.

"Biasanya sehari kita bisa jual 90 peti (telur), sekarang mah cuma 45 peti paling. Jadi, mereka yang biasanya beli 2 kilo jadi cuma beli 1 kilo, yang biasanya beli 1 kilo jadi cuman beli seperempat," ujar Drajat.

Sudiro, pedagang telur lain di pasar itu mengaku kerap diprotes konsumennya karena harga telur yang melambung tinggi ini. Namun, karena telur cukup dibutuhkan, konsumen terpaksa tetap membeli meski harga sedang naik.

"Iya, banyak yang ngomel, protes-protes, kitanya juga bingung, tapi mereka juga ujung-ujungnya sih beli juga, karena butuh sih. Walaupun belinya enggak sebanyak biasanya, dikurangin gitu," ucap Sudiro.

Warga yang membeli telur di pasar tersebut, Tati, mengaku kesal dengan naiknya harga telur. Ia terpaksa mengurangi belanjanya membeli telur dari biasanya.

"Ya kesel juga sih naiknya tinggi banget, biasanya kita beli 2 kilo, jadi sekarang beli 1 kilo saja deh," kata Tati.

Harga daging ayam ikut naik Naiknya harga telur berimbas kepada harga daging ayam yang ikut melonjak naik.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help