Pileg 2019

Bingung Jawab Dicecar Najwa Shihab Soal Keunikan Partai Perindo, Dirly Idol: Saya Belum Menemukan

Sederet artis banting stir ke panggung politik. Sebelum bertanding di kursi Senayan, mereka diuji kesiapannya. Salah satunya Dirly Idol.

Bingung Jawab Dicecar Najwa Shihab Soal Keunikan Partai Perindo, Dirly Idol: Saya Belum Menemukan
YouTube
Dirly Idol/Narasi.tv 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Memasuki tahun politik, tak sedikit artis yang banting stir dari panggung hiburan ke panggung politik.

Sederet nama artis seperti Giring Nidji, Tina Toon, Dirly Idol, dan Jane Shalimar maju menjadi calon legislatif, lewat partai pilihan mereka masing-masing.

Kesiapan mereka menjadi wakil rakyat pun diuji dalam acara diskusi Mata Najwa Trans &, Mendadak Caleg, yang dipandu oleh presenter Najwa Shihab, Rabu (19/7/2018).

Dalam acara tersebut juga dihadirkan politikus senior Partai Golkar Popong Otje Djundjunan atau yang akrab disapa Ceu Popong, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, dan Koordinator Divisi korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz.

Pada kesempatan itu, para bakal calon legislatif (bacaleg) artis diuji dengan beragam pertanyaan yang disampaikan Najwa Shihab.

Salah satunya adalah dengan mempertanyakan posisi masing-masing, apakah bacaleg tersebut menjadi wakil rakyat atau wakil partai.

Maju Jadi Caleg, Dirly Idol Sebut Coba Jalani Kehidupan hingga Ingin Masyarakat Indonesia Bersatu

Namun sebelum sesi tanya jawab dimulai, Najwa Shihab meminta Ceu Popong untuk memberikan 'resep' terkait persiapan untuk bertarung gagasan di kursi Senayan.

"Kalau kita sudah menjadi wakil rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat. Bukan Dewan Perwakilan Partai istilahnya. Maka pada saat kita bekerja, tidak boleh lagi membeda-bedakan warna. Kita berbuat untuk semua warna, dengan garis-garis yang ditentukan oleh fraksi masing-masing, tapi kita bukan dewan perwakilan partai," kata politikus berusia 79 tahun itu.

Ceu Popong juga menjelaskan kunci utama agar bertarung gagasan tidak berubah menjadi bertarung fisik adalah dengan mengendalikan emosi.

"Kedua, resepnya adalah pengendalian emosi. Setiap anggota harus bisa mengendalikan emosi. Kalau kita tidak bisa mengendalikan emosi. dalam situasi apapun, dalam menghadapi siapapun, mengenai apapun, resepnya adalah pengendalian emosi," kata Ceu Popong.

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help