Pasien di Puskesmas Kebagusan Tak Tahu Ada Simulasi Tanggap Bencana

"Kami tadi memberi pengarahan ke petugas puskesmas untuk sekiranya tahu apa yang harus dikerjakan ketika pasien panik," kata Pipin.

Pasien di Puskesmas Kebagusan Tak Tahu Ada Simulasi Tanggap Bencana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana saat simulasi tanggap bencana Kebakaran di Pasar Minggu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Simulasi tanggap bencana kebakaran yang dilakukan di Puskesmas Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ternyata dilakukan tanpa adanya pemberitahuan kepada pasien yang ingin berobat.

Kepala Regu Pos Kebagusan Group C IX Pasar Minggu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Selatan, Pipin Hanafiah mengatakan, pemberitahuan itu sengaja tidak dilakukan supaya petugas puskesmas dan pasien panik secara alamiah.

"Kami tadi memberi pengarahan ke petugas puskesmas untuk sekiranya tahu apa yang harus dikerjakan ketika pasien panik. Mereka secara mendadak tahu apa yang harus dilakukan," kata Pipin kepada TribunJakarta.com, pada Kamis (19/7/2018).

Menurut Kepala Puskesmas Kebagusan, Dokter Emi Maduretno mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan guna melatih para pegawainya siap menanggulangi kebakaran.

Ini Penyebab Kebakaran Sering Terjadi di Pasar Minggu

"Agar 15 karyawan di puskesmas ini siap menghadapi kebakaran di wilayah Kebagusan terutama di gedung ini. Nanti juga akan dibuat bagannya struktur pengawasan agar petugas porsinya tahu tugasnya masing masing ketika terjadi kebakaran. Tadi pasien juga enggak tahu ada simulasi ini," kata Emi.

Selain itu Hafiz selaku pasien yang berkunjung ke Puskesmas tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui kegiatan simulasi dari beberapa petugas Damkar yang terlihat.

"Tadi saya lihat ada beberapa petugas damkar, sudah tahu. Diawali bunyi sirine. Kemudian ada suara teriak teriak orang kebakaran, yaudah saya ikuti saja arahannya. Ya bagus karena ada manfaatnya," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help