Pekerja Proyek Penataan Pedestrian Sudirman Senang Dapat Lembur, Ini Alasannya
"Karena duit duit," kata pria yang enggan disebutkan namanya itu sambil tertawa.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pekerja proyek penataan pedestrian Sudirman senang dengan banyaknya lembur.
Selama tiga minggu, ia bekerja lembur karena sudah tidak diberlakukan dua shift lagi.
"Karena duit duit," kata pria yang enggan disebutkan namanya itu sambil tertawa.
• Petugas Damkar Pasar Minggu Padamkan Api di Kabel Listrik
Ia mengaku kadang harus bekerja hingga pukul 03.00 WIB.
Pekerja lainnya, Yanto juga membenarkan dirinya harus menyelesaikan pekerjaan pada akhir Juli ini.
• Wali Kota Jakarta Selatan Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian di Jalan Fatmawati
Pria yang baru bekerja selama sepekan ini lembur hingga pukul 22.00 WIB.
"Tiap hari kerja dari jam 8 sampai 10 malam itungan lembur," kata pria asal Cilacap itu.
Yanto senang bekerja lembur meski gaji yang diterimanya di bawah UMR.
"Dibayar per dua minggu, dibawah UMR," ungkapnya.
Ayah dari 4 anak ini bercerita sudah memiliki seorang cucu dari putri pertamanya.
Anak pertamanya kini ikut membantu suaminya mencari nafkah sebagai seorang babysitter.
Begitupun dengan anak kedua yang saat ini bekerja sebagai babysitter di Jakarta.
Sedangkan 2 putri lainnya masih bersekolah.
"Yang ke-3 SMP dan terakhir SD," ungkapnya.