Tujuh Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Mengalami Mabuk Kendaraan Ketika Tiba di Asrama Bekasi

Tujuh orang calon jemaah haji asal Cianjur, Jawa Barat mengalami mabuk kendaraan ketika tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi.

Tujuh Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Mengalami Mabuk Kendaraan Ketika Tiba di Asrama Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/ YUSUF BACHTIAR
Sejumlah calon jemaah haji ketika mendapatkan perawatan di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi akibat kelelahan usai menempuh perjalan Cianjur Bekasi, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Tujuh orang calon jemaah haji asal Cianjur, Jawa Barat mengalami mabuk kendaraan ketika tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi, Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan, Rabu (25/7/2018).

Calon jemaah haji yang mengalami mabuk kendaraan pada umumnya merupakan yang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit kambuhan, mereka kelelahan akibat perjalanan dari Cianjur menuju Bekasi dan langsung mengeluh sakit.

Amran salah satu dokter jaga di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi mengatakan, setibanya di Asrama Haji, ketujuh calon jamaah haji langsung mendapatkan perawatan medis.

Gejala yang muncul kata Amran, beragam, beberapa ada yang mengalami ganguan pencernaan dan hypertensi akibat kelelahan menempuh perjelanan serta dugaan minimnya persiapan sebelum melakukan perjalanan.

2 Bumbu Dapur Ini Punya 10 Manfaat Bagi Kecantikan, Cegah Kulit Kering hingga Cerahkan Bibir

"Kita lakukan observasi terus penanganan medis agar kesehatannya kembali pulih, mabuk kendaraan karena perjalanan panjang ya ada juga yang hypertensi ya mudah-mudahan dapat pulih kembali dan pada saatnya nanti dapat diberangkatkan," kata Amran kepada TribunJakarta.com.

Dia juga menghimbau agar calon jemaah haji dapat menjaga kesehatan dengan mempersiapkan beberapa aspek seperti tidur yang cukup, hindari makanan yang dapat memicu tingginya tensi darah.

"Karena persiapan menghadapi perjalan panjang perlu fisik yang baik, jangan mudah stres dan istirahat yang cukup," jelas dia.

Calon jemaah haji yang mengalami sakit atau ganguan kesehatan terancam ditunda keberangkatannya sampai kondisi fisiknya pulih.

Geram Caranya Memberikan Susu ke Anak Dikritik, Marissa Nasution: Aku Enggak Bodoh-bodoh Amat

"Kalau kondisi fisiknya cepat pulih dan dinyatakan layak terbang bisa kita langsung ikut bergabung dengan rombongan kloter, kalau tidak terpaksa tunggu pulih sampai benar-benar layak terbang," jelas dia

Sementara itu, salah satu calon jemaah haji bernama Didin mengatakan, iaia memang memiliki riwat penyakit asma, akibat kelelahan diperjalanan, penyakitnya kambuh.

"Tadinya asma mungkin karena kelelahan jadi kumat, trus sekarang ditambah lagi darah tinggi mungkin tadinya sebelum berangkat itu kurang tidur, kurang istirahat, tapi Alhamdulillah pelayanan kesehatan disini tanggap, mudah-mudahan gak ada maslah sampai keberangkatan nanti," kata Didin.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved