Polisi Masih Lakukan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penipuan Biro Perjalanan Umroh Adhy Tour and Travel

"Kita baru sebatas pemeriksaan berkas laporan, setelah itu penyidik baru akan lakukan pemangilan saksi," kata Erna kepada TribunJakarta.com.

Polisi Masih Lakukan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penipuan Biro Perjalanan Umroh Adhy Tour and Travel
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Martin Iskandar kuasa hukum kelima pelapor dugaan penipuan biro perjalanan umroh Adhy Tour and Travel saat menunjukkan surat laporan di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (24/7/2018) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota  masih lakukan pemeriksaan terhadap berkas laporan dugaan penipuan yang dilakukan Adhy Tour and Travel.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, jika pemeriksaan berkas telah rampung diperiksa penyidik, barulah pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor yakni Direktur Adhy Tour and Travel berinisial YIF.

"Kita baru sebatas pemeriksaan berkas laporan, setelah itu penyidik baru akan lakukan pemangilan saksi," kata Erna kepada TribunJakarta.com, Kamis (26/7/2018).

Sebelumnya lima orang kordinator calon jamaah umroh melayangkan laporan dugaan penipuan Adhy Tour adn Travel pada Selasa, 24 juli 2018 lalu.

Disindir Najwa Shihab Sekarang Bapak Enggak Bisa Lari, Ini Reaksi Setya Novanto

Kelima agen tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta lantaran calon jamaah umroh yang mereka daftarkan ke Adhy Tour and Travel tak kunjung diberangkatkan.

Total kerugian dari lima orang kordinator calon jamaah umroh itu mencapai Rp 2,059 miliar. Dugaan penipuan dan penggelapan oleh Biro Adhy Tour and Travel telah berlangsung sejak 2015 silam.

Para korban awalnya tergiur dengan paket perjalanan umroh yang ditawarkan Adhy Tour and Travel, berkisar Rp 15 sampai Rp 18 juta dengan bonus satu orang paket umroh jika berhasil membawa 10 calon jamaah umorh.

Kuasa Hukum kelima Kordinator calon jamaah umroh Martin Iskandar mengatakan, jumlah korban diperkiran bertambah lantaran masih ada beberpa yang belum melapor.

"Kemungkinan bertambah karena memang kasus ini sudah berlangsung sejak 2015," kata Martin

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved