Penasaran Spaghetti Bakar Kombinasi Geprek Sambal Matah? Yuk Coba

Namun bagaimana jika mi asal Italia ini dipadukan dengan menu Nusantara lalu dibakar?

Penasaran Spaghetti Bakar Kombinasi Geprek Sambal Matah? Yuk Coba
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Sajian spaghetti bakar di Waroeng Western cabang Palmerah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Mencicipi spaghetti dengan toping saus bolognise mungkin sudah biasa.

Namun bagaimana jika mi asal Italia ini dipadukan dengan menu Nusantara lalu dibakar?

Ya, di sebuah kafe bernama Waroeng Western, kamu bisa mencicipi sajian menu kebarat - baratan yang dikreasikan dengan kombinasi menu Indonesia.

Diet? 5 Makanan dan Minuman Ini Membantu Kamu Menurunkan Berat Badan

Contohnya, spaghetti bakar dengan toping ayam geprek sambal matah.

Jika biasanya yang dibakar adalah nasi namun kali ini adalah spaghetti yang pastinya memiliki rasa tak kalah lezat dengan sajian nasi bakar.

Paduan rasa sambal pedas ala Bali ini juga pastiya memberikan citarasa baru bagi pengunjung di Waroeng Western.

Ternyata Es Krim dan 3 Makanan Ini Bisa Bantu Kamu Atasi Radang Tenggorokan

"Saat memulai bisnis kuliner ini, kami memang melakukan banyak riset secara pribadi dengan mencicipi dua kuliner yaktu western atau barat dan menu Indonesia, lalu munculah konsep untuk menggabungkan makanan western dengan bumbu Indonesia ke dalam satu piring, jadi meskipun sajiannya kebarat-baratan, tetap rasanya cocok untuk lidah orang Indonesia," ujar Andy pemilik Waroeng Western di kafe miliknya, Jumat (27/7/2018).

Yang menjadi menarik ialah pada saat penyajian.

Spaghetti ini tetap dibungkus dengan daus pisang hijau yang digunakan pada saat membakar.

Aroma sedap khas daun pisang pun menjadi meresap ke hidangan tersebut.

Tak hanya spaghetti yang memiliki sajian unik, masih banyak pula beberapa menu yang dikreasikan dengan paduan barat dan Nusantara.

Waroeng Western ini hadir di beberapa lokasi bahkan hingga luar kota diantaranya ada di yaitu Podomoro, Jogja, Pontianak, Bintaro,Cirebon dan Bekasi dan Palmerah.

Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 8.30 WIB sampai 21.00 WIB, jangan khawatir harga sangat terjangkau mulai dari kantong mahasiswa hingga pekerja kantoran.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved