Dollar AS Tembus Rp 14.500, Politikus Gerindra: Ancaman Krisis Ekonomi Bisa Lebih Besar dari 1998

Salah satunya yakni terkait nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang terus melemah.

Dollar AS Tembus Rp 14.500, Politikus Gerindra: Ancaman Krisis Ekonomi Bisa Lebih Besar dari 1998
YouTube
Ferry Juliantono 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, menilai saat ini Indonesia ditengah ancaman krisis ekonomi.

Menurutnya, bukan tidak mungkin krisis ekonomi yang akan terjadi di Indonesia akan lebih besar dari tahun 1998.

Ferry mengatakan, ada beberapa indikator mengapa krisis ekonomi saat ini menjadi ancaman bagi Indonesia.

Salah satunya yakni terkait nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang terus melemah.

"Hari ini krisis ekonomi sudah gejala dalam waktu dekat kita perkirakan akan menerpa. Karena salah satunya nilai tukar rupiah kita jatuh ke angka Rp 14.500. Kami merasa perlu untuk membahas ancaman krisis ekonomi ini karena diperkirakan akan lebih besar dari krisis moneter tahun 1998," kata Ferry, dalam diskusi publik bertema 'Ancaman Krisis Ekonomi', Rabu (1/8/2018).

Ferry mengatakan, masyarakat Indonesia tengah dilanda kesulitan lantaran biaya hidup yang harus dikeluarkan lebih tinggi dibandingkan pemasukan yang mereka terima.

Dampak dari krisis ekonomi yang akan terjadi kedepannya menurut Ferry akan lebih buruk dari 1998.

Sebab, pada tahun 1998 dahulu ada UMKM yang menunjang perekonomian Indonesia.

Sementara saat ini sektor usaha kecil dan menengah itu dalam kondisi yang anjlok dan tak dapat menopang apabila terjadi krisis ekonomi.

"Saat gejala ini menerpa kita pemerintah Joko Widodo malah menutupi ini mengklamuflase memanipulasi data dan menyampaikan secara tak jujur kepada masyarakat bahwa keadaan negara kita secara ekonomi baik-baik aja. Ini jelas berbahaya sekali," ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menyebutkan bahwa setiap pelemahan Rp 100 memberikan dampak ke penerimaan hingga Rp 1,7 triliun.

Menurutnya itu adalah sebuah kebohongan.

Ferry mengatakan, dirinya bersama para tokoh nasional lainnya seperti Rizal Ramli, Rachmawati Soekarno Putri, Kwrik Kian Gie, Said Iqbal dan juga para tokoh lainnya berencana membuat gerakan nasional terkait krisis ekonomi ini.

Gerakan tersebut berencana mengingatkan pemerintah yang ada agar dapat memyadari dan menangani masalah ekonomi di tanah air.

"Kami berpikir untuk buat gerakan nasional bahwa sebenernya situasi krisis ekonomi ini sudah dekat. Kita akan jadi kelompok yang ingin ingatkan kepada pemerintah. Dan saya tegaskan, ini gak ada hubungan dengan pilpres. Ini menyangkut kepentingan rakyat," ujarnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved