Kebijakan Ganjil Genap

Hindari Ganjil-Genap, Sejumlah Pengendara Mobil Manfaatkan Google Maps

Adanya fitur baru tersebut pun, mulai dimanfaatkan oleh sejumlah pengemudi mobil yang berada di kawasan apartemen Bassura City, Jatinegara.

Hindari Ganjil-Genap, Sejumlah Pengendara Mobil Manfaatkan Google Maps
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Seorang petugas memantau kendaraan dalam penerapan aturan ganjil-genap di Simpang Pemuda Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Penerapan perarutan ganjil-genap untuk kendaraan mobil, mulai diberlakukan sejak hari ini, Rabu (1/8/2018) di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Guna memudahkan masyarakat dalam berkegiatan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah memberitahu, bahwa rute alternatif selama ganjil genap saat ini dapat dicari lewat aplikasi Google Maps.

Adanya fitur baru tersebut pun, mulai dimanfaatkan oleh sejumlah pengemudi mobil yang berada di kawasan apartemen Bassura City, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Sebenarnya sudah tahu mau lewat mana kalau ada ganjil-genap. Tapi, di (Google) Maps bisa tahu opsi jalan lain, jadi lebih banyak pilihan jalan alternatif," ujar Djayusman, pengendara mobil, Rabu (1/8/2018).

Adanya fitur ganjil-genap di Google Maps, memang diharapkan dapat membantu para pengemudi mobil untuk mencari rute alternatif.

Fitur ini pun sudah dimanfaatkan oleh para pengemudi taksi online, dan dirasa bermanfaat saat mencari rute alternatif Jalan DI Pandjaitan atau MT Haryono, yang merupakan jalan arteri yang terdampak ganjil genap.

"Plat nomor saya genap, sekarang tanggal ganjil, sampai malam harus lewat jalan agak jauh memang. Untungnya di Google Maps udah ada fitur ganjil-genap. Lumayan kalau jemput penumpang tidak pusing cari jalan," ujar Lukman, seorang pengemudi taksi daring.

Untuk menjajal fitur ganjil-genap ini, para pengguna smartphone terlebih dahulu harus memperbarui aplikasi Google Mapsnya.

Setelah diperbarui, saat membuka aplikasi Google Maps dan memilih tujuan ke arah, pada bagian atas terdapat fitur tambahan bertuliskan 'hindari jalan khusus pelat nomor ganjil/genap berdasarkan pelat nomor mobil anda'.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menjelaskan fitur tersebut merupakan hasil kerjasama BPTJ dengan Manajemen Google.

Menurut Bambang, fitur ini bermanfaat bagi masyarakat untuk lebih cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara praktis serta mendorong untuk lebih cepat beradaptasi.

"Pemerintah tetap mendorong pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Namun pada prinsipnya pemerintah berusaha melayani publik sebaik-baiknya, termasuk diantaranya bagaimana mendorong perusahaan seperti Google untuk juga beradaptasi," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help