Penemuan Mayat Bayi di Kali Anak Ciliwung Sudah 2 Kali Terjadi

"Di sini mah soalnya udah dua kali ada penemuan bayi, yang satu di sebelah sana (Mangga Dua Square)," kata Daryono, Sabtu (4/8/2018).

Penemuan Mayat Bayi di Kali Anak Ciliwung Sudah 2 Kali Terjadi
TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran
Lokasi penemuan mayat bayi laki-laki di Kali Anak Ciliwung, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (4/8/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Peristiwa penemuan mayat bayi di Kali Anak Ciliwung, Pademangan, Jakarta Utara bukan pertama kalinya terjadi.

Hal itu diungkapkan Daryono, satu di antara saksi mata yang menyaksikan langsung penemuan mayat bayi yang telah terjadi dua kali tersebut.

Menurutnya penemuan bayi yang pertama terjadi di kawasan Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara.

"Di sini mah soalnya udah dua kali ada penemuan bayi, yang satu di sebelah sana (Mangga Dua Square)," kata Daryono, Sabtu (4/8/2018).

Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Pademangan

Hari ini, peristiwa penemuan mayat bayi laki-laki yang mengambang di Kali Anak Ciliwung kembali terjadi.

Daryono mengatakan, awalnya Petugas Prasarana dan Saran Umum (PPSU) menemukan buntalan kain berwarna hijau mengambang di kali.

Lantas petugas PPSU pun langsung mengangkat buntalan tersebut ke atas rakit yang ditumpanginya.

Saat sampai di tepi kali, petugas PPSU itu terkejut karena mendapati buntalan tersebut berisi mayat bayi yang telah membusuk dengan tali pusar yang belum terpustus.

Dana Pengobatan Bayi Tanpa Saluran Pembuangan di Depok Capai Rp 90 Juta

Tanpa menunggu lama, Daryono serta petugas PPSU tersebut langsung menuju ke Polsek Pademangan untuk melaporkan kejadian itu.

“Pas karyawan PPSU ngangkat sampah, terus pas dibuka kainnya itu mayat bayi. Jadi saya bersama petugas PPSU yang menemukan langsung melapor ke Polsek Pademangan,” terang Daryono.

Hal itu pun sempat membuat geger warga sekitar, sehingga mereka berbondong-bondong menyaksikan peristiwa teraebut.

Dirinya juga mengatakan, kawasan tersebut memang terkenal sepi dan jauh dari pantauan masyarakat.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved