Polemik Sertifikasi Halal Imunisasi Rubella, KPAI Akan Bertemu MUI dan Kemenkes

Kementerian Kesehatan telah mengingatkan pentingnya imunisasi rubella agar anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap virus berbahaya tersebut

Polemik Sertifikasi Halal Imunisasi Rubella, KPAI Akan Bertemu MUI dan Kemenkes
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza Sitti Hikmawatti (kedua dari kiri) saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Komisi Perlindungan Anak Nasional (KPAI) akan melakukan pertemuan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas imunisasi Measles Rubella (MR).

"KPAI akan adakan pertemuan dalam waktu dekat. Karena KPAI melihat kita butuh duduk bersama untuk kepentingan ini daripada kita berbicara di media sosial nanti pihak yang tidak mengerti bisa merumitkan masalah," ujar Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza, Sitti Hikmawatti di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

Untuk diketahui, vaksin untuk virus MR sampai saat ini belum mendapat sertifikat halal dan MUI tak pernah menyatakan vaksin MR halal atau boleh dipergunakan.

Sementara Kementerian Kesehatan telah mengingatkan pentingnya imunisasi rubella agar anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap virus berbahaya tersebut.

Vaksin MR jadi Kontroversi, MUI: Vaksin Non-Halal Pernah Digunakan pada 2002

"Sekarang kita melihat adanya MUI sebagai pengayom untuk kepentingan umat beragama dengan kepenting Kemenkes mengamankan sumber daya manusia, dua-duanya punya tujuan yang sama supaya masyarakat menjadi baik dan terlindungi," katanya.

Ia pun mengatakan imunisasi perlu diberikan kepada anak mengingat kekebalan imunitas (herd immunity) terhadap virus MR di Indonesia masih rendah.

"Perlu diingat ada ancaman kita bersama, yaitu penyakit. Begitu kekebalan komunitas rendah, sedikit saja virus masuk bisa jadi wabah, penangan wabah ini yang berat," jelas Sitti.

Sitti mengimbau agar segala pelayanan kesehatan termasuk imunisasi mengedepankan kesehatan anak.

"Anak itu dalam posisi rentan jadi dia harus dilindungi secara lebih optimal. Terkait kebijakan, saya yakin dengan komunikasi yg baik akan dapat titik temu dalam mengatasi kendala-kendala," tukasnya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help