Mediasi 'Deadlock', Pengemudi Ojek Online Akan Gelar Aksi 188 Pada Pembukaan Asian Games

"Sementara ini kami masih akan melakukan aksi 188," ujar Igun saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/8/2018).

Mediasi 'Deadlock', Pengemudi Ojek Online Akan Gelar Aksi 188 Pada Pembukaan Asian Games
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Masa pengemudi ojek online bersorak saat mendengar hasil perundingan dengan Presiden Jokowi. Gambir, Jakarta Pusat. Selasa (27/3/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Pengemudi ojek online mengancam tetap melakukan aksi demo saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang.

Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, demo tetap dilakukan karena mediasi antara pengemudi dan aplikator ojek online, Gojek dan Grab berakhir deadlock atau tak ada titik temu penyelesaian.

Mediasi Antara Pengemudi dan 2 Aplikator Ojek Online Tidak Menghasilkan Kesepakatan Terkait Tarif

"Sementara ini kami masih akan melakukan aksi 188," ujar Igun saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/8/2018).

Mediasi difasilitasi oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya pada Jumat (3//8/2018) pukul 16.00-19.30 WIB di ruang rapat utama Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

Dari hasil mediasi tersebut, Igun mengatakan manajemen Gojek akan berdiskusi terlebih dahulu terkait tuntutan Garda untuk mengembalikan standar tarif pengemudi menjadi Rp 3.000 per kilometer.

Dua Ibu Melahirkan Bayinya Saat Suasana Sedang Panik Akibat Gempa Lombok

"Manajemen Gojek minta waktu untuk memutuskan untuk menaikkan tarif dasar per kilometer atau enggak," tambah Igun.

Sebaliknya, Igun mengatakan manajemen Grab menolak tuntutan yang diajukan Garda.

"Manajemen Grab menolak tuntutan kami. Seakan-akan mereka mendorong kami untuk tetap demo pada pembukaan Asian Games 2018. Mereka tidak kooperatif," kata Igun.

Igun menegaskan pihaknya terbuka untuk melakukan komunikasi dengan siapa pun terkait rencana aksi 188.

"Mediasi dan komunikasi terbuka bagi kami, namun belum ada kabar mediasi kembali," ungkap Igun Sebelumnya, pengemudi ojek online berencana demo saat pembukaan Asian Games 2018.

Kaya Raya Sejak Lahir, Remaja Anak Taipan Dubai Ini Punya Ratusan Koleksi Sepatu Langka

Demo tersebut rencananya akan mengusung tuntutan kenaikan tarif dasar per kilometer, dan meminta pemerintah untuk segera menerbitkan payung hukum bagi ojek online.

Polri telah meminta semua pengemudi ojek online tak mengedepankan kepentingan kelompok dan pribadi.

"Ini (Asian Games) adalah perhelatan akbar menjaga nama baik bangsa dan negara," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divhumas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal, di Jakarta. (Rindi Nuris Velarosdela)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Mediasi "Deadlock", Ojek "Online" Akan Tetap Demo Saat Pembukaan Asian Games"

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help