Plt Kadisdik DKI Minta Sekolah Tak Paksa Siswa Bayar Sumbangan Hewan Kurban
Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengimbau agar para kepala sekolah tak memaksa menarik sumbangan hewan kurban dari para siswa.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Y Gustaman
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengimbau agar para kepala sekolah tak memaksa menarik sumbangan hewan kurban dari para siswa.
Hal ini diungkapkan Bowo saat menanggapi adanya salah satu sekolah terkesan memaksa siswa untuk segera membayar sumbangan hewan kurban dengan jumlah tertentu.
Menurut Bowo, sumbangan itu seharusnya hanya diperuntukan oleh para siswa yang bersedia saja.
"Yang mereka memang mau (menyumbang) dan bersedia, berkurbanlah. Jangan sampai mereka kemudian diminta didorong untuk berkurban tapi (malahan) jadi korban," ujar Bowo di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (6/8/2018).
Ada siswa di salah satu sekolah mengatakan, dirinya mendapat tindakan deskriminatif dari pihak sekolah lantaran dianggap belum membayar sumbangan hewan kurban.
Siswa tersebut mengaku tindakan sekolah yang meminta subangan hewan kurban kepada para siswa itu justru terkesan memaksa.
"Sekolahnya sudah dipanggil. Namanya sumbangan itu tidak ada sumbangan 'Susu Tante' Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan, tapi ada minimal sekian. Tidak ada," kata Bowo.
"Namanya sumbangan (harus) seikhlasnya," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sapi-kurban_20180708_183128.jpg)