Pengguna Transjakarta Naik 34 Ribu saat Perluasan Ganjil-Genap Diterapkan

Budi menjelaskan, kenaikan jumlah pelanggan diakumulasi dari layanan koridor, non koridor, maupun bus kecil yang tergabung dalam program OK Otrip

Pengguna Transjakarta Naik 34 Ribu saat Perluasan Ganjil-Genap Diterapkan
Tribunnews.com/Brian Priambudi
Bus Transjakarta pabrikan Volvo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghitung adanya peningkatan pengguna bus Transjakarta selama enam hari dilakukannya perluasan pembatasan kendaraan ganjil-genap sejak 1 Agustus lalu.

Budi Kaliwono, Direktur Utama Transjakarta menyebut, jumlah peningkatan mencapai 34 ribu pengguna.

Peningkatan itu, menurut Budi, merupakan dampak adanya penilangan pada pelanggar perluasan ganjil-genap.

"Jumlah pelanggan Transjakarta pada Senin kemarin mencapai 616.744 orang, naik hampir 34 ribu dibandingkan Senin sebelumnya (30/7/2018)," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/8/2018).

Budi menjelaskan, kenaikan jumlah pelanggan diakumulasi dari layanan koridor, non koridor, maupun bus kecil yang tergabung dalam program One Karcis One Trip (OK-OTrip).

Terhitung lebih dari 40 ribu orang menggunakan angkutan umum di 14 rute OK-Otrip yang telah beroperasi.

Ganjar Pranowo Blak-blakan Terkait Kartu Lawan Politik di Kasus E-KTP

Jumat (6/7/2018) lalu, Budi menyebutkan jumlah pengguna bus Transjakarta mencapai 570 ribu. Budi juga memprediksi pada saat itu bahwa jumlah tersebut akan terus meningkat.

"Sejak tanggal 1 pelanggan kami tidak pernah di bawah 560 ribu. Bahkan beberapa hari ini 570 ribu per hari. Nah impact dari itu apakah karena ganjil genap? Ya pasti," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Pernyataan Budi terbukti dengan meningkatnya jumlah pengguna bus Transjakarta setelah perluasan ganjil-genap diterapkan.

Seperti diketahui, perluasan sistem ganjil genap dilakukan terkait perhelatan Asian Games 2018. Aturan tersebut akan berlaku di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, sebagian Jalan S Parman, Jalan HR Rasuna Said, Jalan RA Kartini, Jalan Metro Pondok Indah, dan Jalan Benyamin Sueb.

Waktu pembatasan kendaraan dengan ganjil genap juga ditambah. Awalnya, aturan berlaku pukul 06.00-10.00 WIB. Namun dalam uji coba ini, aturan ganjil genap berlaku mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Hari pemberlakukan ganjil-genap juga ditambah, jadi sejak Senin hingga Minggu. Sebelumnya, aturan berlaku Senin-Jumat.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help