Temuan Studi Terbaru, Tidur Lebih dari 8 Jam Memiliki Risiko Meninggal Dini

Orang yang tidur lebih dari delapan jam semalam memiliki kemungkinan mati muda, sebuah penelitian yang buming telah mengklaim.

Temuan Studi Terbaru, Tidur Lebih dari 8 Jam Memiliki Risiko Meninggal Dini
Grafis Tribun Jakarta
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ananda Bayu Sidarta

TRIBUNJAKARTA.COM - Mereka yang selalu meluangkan waktu untuk berbaring bisa saja memiliki 'gangguan tidur serius' yang dapat mengganggu pernapasan mereka.

Orang yang tidur lebih dari delapan jam semalam memiliki kemungkinan mati muda, sebuah penelitian yang buming telah mengklaim.

a

Peneliti Keele University menganalisis kualitas tidur tiga juta orang dari tahun 1970 hingga 2017.

Para ilmuwan dari Manchester, Universitas Leeds, dan University of East Anglia menemukan bahwa mereka yang tidur lebih dari delapan jam akan meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 44 persen.

Peneliti utama Dr Chun Shing Kwok mengatakan kepada Mirror, "penelitian kami memiliki dampak kesehatan masyarakat yang penting karena menunjukkan bahwa tidur berlebihan adalah penanda peningkatan risiko kardiovaskular."

"Jika pola tidur yang berlebihan ditemukan, terutama jangka waktu yang panjang dari delapan jam atau lebih, maka dokter harus mempertimbangkan skrining untuk faktor risiko kardiovaskular yang merugikan dan apnea tidur obstruktif."

a

"Ini adalah gangguan tidur serius yang terjadi ketika pernapasan seseorang terganggu selama tidur."

Tetapi para ilmuwan tidak menemukan perbedaan antara mereka yang melaporkan tidur antara tujuh sampai delapan jam dan mereka yang tidur kurang dari tujuh jam.

Beberapa orang sebelumnya mengatakan bahwa masalah tidur panjang adalah ketidakaktifan yang berlangsung lama.

Ulasan ini dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association.

Penulis: Ananda Bayu Sidarta
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help